Definisi Kita, Aku dan Kamu

Definisi Kita, Aku dan Kamu

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 9, 2018
Kita, adalah dua kata yang terbentuk dari aku dan kamu. Kita adalah dua makhluk yang pernah bahagia bersama walaupun sesaat. Kita adalah dua pasang mata yang sempat berbagi rasa, cinta dan cerita. Tapi, kata itu telah hilang di memori kita masing masing. Aku dan kamu telah terpisah menjadi dua insan yang asing kembali. Melebur kembali menjadi yang katamu kamu lebih baik sendiri kayak dulu. Ah aku terlalu naif mengakui sedari awal aku bukanlah prioritas bagimu. Aku bukanlah bagian penting dalam hidupmu. Aku, Hanyalan senja yang selalu kau lewatkan. Aku hanyalah sore tempat bersinggah dikala kau lelah dengan siang dan malammu. Aku hanyalah angin semilir yang hadir ketika kau lelah di kesibukanmu Sementara kamu, Adalah bagian penting yang selalu aku prioritaskan. Adalah rembulan yang selalu membuatku terpesona. Adalah matahari yang selalu aku butuhkan. Adalah air yang selalu membuatku tenang. Ah sudahlah... Mungkin kita ditakdirkan untuk sesaat, semoga tanpaku kau tidak tersesat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Teruntuk kamu, Septemberku ♥
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • She Is Mine ! (EXO Oh Sehun)
  • Kita
  • SELENOPHILE
  • Iridescent +Ryeonseung+ [✓]
  • PRINCE PSYCHO | NA JAEMIN ✅
  • My All, That Is You

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines