Love b'of Allah

Love b'of Allah

  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 7, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Hari itu Hari ketiga kalinya gadis yang bernama Ayla Aisyah Baskara menginjakkan kaki di negeri sebrang untuk mencari sesuap ilmu Tak banyak ilmu yang ia bawa saat itu Sampai untuk pertama kalinya dia merasakan betapa indah sebuah pertemuan namun kadang terasa menyakitkan dan menyedihkan Dan pada saat yang bersamaan pertemuan itu terasa berbunga-bunga tapi kadang membusuk dan kadang pula mekar kembali dengan sebuah teori yang bernamakan cinta dan ilmu yang di deskripsikan oleh profesor Hati dan Otak Yah, walaupun dia tahu seorang muslim tidak boleh mencintai manusia melebihi Pencipta-Nya, tapi apa mau dikata nasi sudah jadi bubur. Dia terjerumus ke dalam perasaan yang salah dan jalan yang suram Dia menemukan cinta pertamanya tapi terasa berbeda Dia merasa cinta itu adalah dua raga yang terpisah, ternyata raga itu punya dua hati yang berbeda Gadis itu mencari raga yang lain tapi tak kunjung mendapat jawaban Sampai Tuhan menakdirkan mereka berpisah untuk selamanya... Gadis itu Rapuh serapuh-rapuhnya bagaikan kaca yang mudah retak Dan Allah Swt. Maha meluluhlantahkan-memutarbalikkan Takdir yang sempat pahit untuk dikenang menjadi mukjizat yang terlalu manis untuk di ingat Ini kisahnya , tentang mereka, dengan dia dan Dunia nya
All Rights Reserved
#246
rohani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta tak terduga dibalik tabligh
  • Takdir Cinta Aisyah
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
  • Love in Bali
  • Cinta Ikhlas
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta

Langit sore itu tampak begitu cerah, tetapi ada sesuatu yang mengganjal di hati Safiya. Ia baru saja menyelesaikan kuliah hari itu dan bergegas menuju kampus tempat kajian yang sering ia hadiri. Hatinya terasa lebih tenang ketika berada di sana, jauh dari rutinitas yang terkadang membuatnya merasa kosong. Namun, kali ini ada yang berbeda-sesuatu yang belum ia pahami. Di sisi lain kampus, Zhafran berdiri menatap gedung di depan matanya, merasakan kegugupan yang sama. Ini adalah hari pertama dia di kampus tersebut. Setelah lulus dari pesantren, ia melanjutkan kuliah di universitas yang sama dengan Safiya. Satu-satunya alasan ia memilih tempat ini adalah untuk dekat dengan ilmu agama yang bisa ia pelajari lebih dalam, dan mungkin... dekat dengan Safiya. Namun, ia tidak pernah berani mengungkapkan perasaan itu. Hatinya yang penuh dengan cinta hanya bisa ia simpan sendiri, diam-diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines