HOLIDAY HOUSE

HOLIDAY HOUSE

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 12, 2018
PROLOG --kata gak baku^^ Yups,Seperti biasanya gua bangun jam 11,pantes aja orang orang bilang kalo gue tuh kebo. "Ciaaaaa,bangun ga lu udah siang juga bukannya bantuin emak NgepelNyapuNyuciMasakJemurrrrrr" Gue langsung gercep karna ngedenger suara emak gue yang ga ada spasi kaya aku dan kamu aaaaaa jadi sayang :v. Setelah gue beberes rumah gue mandi.Karna gue udah cantik sekarang gue mau ngajak sohib sohib gue ngumpul. Btw gue mau ngenalin sohib sohib gue ke kalian. Bina? Rumahhh tangga;v Yap dia Bina yang suka telat ngumpul ngaret lah ato apalah itu.Nahhh dia punya ade, sumpehh tuh adenya.... miper aja kalah dh;v. Ira? Ireng kli ah^^ Dia tuh manusia manja ngelebihin gue wkwk.Oh iya dia tuh punya abang yg usilnya minta ampun amsyonggg hadueh dah pokoknya. Bila? Bila nanti saatnya tlah tibaaa eh jadi nyanyi nih. Kalo udah ada dia nih si kunyuk, hancur dh pikiran sohib sohib gue.biasa Bila kalo ngomong ngelantur kemana mana. *Btw jann read doangg wkwk vote nya qq^^ end komennn hulahula.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Masa SMP Ku
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Kepedihan Hidup
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Alara's Brothers (Telah Terbit)

Novel ini menceritakan drama kehidupan yang menarik bagi para pemuda, cerita yang menceritakan lika-liku kehidupan seorang gadis, yang menjadikan dia yang dulunya Extrovert sekarang menjadi Introvert *Prolog* "Assalamualaikum" ucap ku sambil membuka pintu ruang rawat Arin "Wa'alaikumussalam" jawab semua orang berada di ruangan, Dengan suara yang parau Dengan sedikit berlari aku menghampiri Arin yang sedang berbaring kaku di tempat tidur rumah sakit "Arin bangun, katanya mau cerita sesuatu sama Ana, bangun yah Rin, tidurnya jangan lama-lama" ujar ku terduduk tak berdaya di samping tempat tidur Arin dengan mata yang berkaca-kaca Dengan spontan aku melihat kearah samping tempat tidur Arin, disitu terdapat alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan garis lurus disertai angka "0" Setelah melihat itu tangisku langsung pecah dan menangis sejadi-jadinya. Disaat itu juga ada yang memelukku dari belakang, lalu aku pun membalikkan badan ku dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Azna "Udah yah Na, ikhlasin Arin, dia udah tenang di sana" ucap Azna berusaha menenangkan ku "Gak gak mungkin, ini cuma bohongan kan , dan ini pasti mesinnya mati" ujar ku sambil terus menangis "Udah tenangin diri kamu dulu yah na" ucap Azna dengan membelai punggungku dengan lembut _Udah segini dulu spoiler nya, dan lanjut ke awal cerita_ _Oya jangan lupa vote yah, supaya aku semangat buat update ceritanya. Makasih♡♡_

More details
WpActionLinkContent Guidelines