If You are mine

If You are mine

  • WpView
    Reads 13,948
  • WpVote
    Votes 1,440
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 29, 2021
Jika cinta tak harus memiliki, lantas untuk apa ia diciptakan? Apakah takdir harus dipersalahkan karena mempertemukan dua insan yang sama? Begitulah takdir mencoba merangkai cerita cinta kedua insan, Jeongyeon dan Tzuyu. Dari sebuah kesalahpahaman yang konyol hingga cinta yang yang tak tersampaikan. ..... "Mengapa kau perduli dengan luka dikakiku?" Tanya Tzuyu sinis. "Bukankah kau tidak suka berurusan denganku, 'unnie'?" Tanpa mengalihkan pandangannya dari lutut Tzuyu yang terluka, Jeongyeon berkata, "Diamlah!" "Aku bukan unnie-mu" jawabnya dingin. Tzuyu mengatupkan giginya rapat. Kesal, tentu saja. "Oh... lantas aku harus memanggilmu apa?" tanyanya dengan nada sinis khasnya. "Ajhussi? Agassi? Ahjuma?" Jeongyeon memilih tetap diam daripada beradu mulut dengan gadis batu itu. Lebih baik mengobati luka di lututnya dengan cepat kemudian meninggalkannya di pinggir sungai Han ini. "Kyung Wan Oppa?" Tzuyu menarik sudut bibirnya, saat dilihatnya Jeongyeon sedikit bereaksi dengan terdiam beberapa saat, sebelum ia menempelkan band-aid di lukanya. "Atau kau lebih memilih 'Oppa'?" (*Oppa: selain berarti 'kakak', bisa berarti sayang) Habis sudah kesabaran Jeongyeon. Ia perlu memberi pelajaran pada gadis batu ini. Dengan gerakan yang tidak diantisipasi Tzuyu, Jeongyeon sedikit menegakkan tubuhnya dan memberikan jarak yang tipis pada wajah mereka. Membuat Tzuyu tercekat dengan tatapan Jeongyeon yang tajam, yang hanya beberapa centi dari pupil matanya. Ia ingin kabur, namun kedua tangan Jeongyeon mengurung di kedua sisinya. "Panggilan yang bagus" seru Jeongyeon dengan senyum sarkatiknya. "Mungkin kita harus mencobanya" kata Jeongyeon seraya mendekatkan wajahnya perlahan. Tzuyu panik! Namun entah 'sihir' apa yang digunakan Jeongyeon, yang lagi-lagi membuat badannya tak bergeming. Saat nafas hangat Jeonyeon terasa begitu dekat, Tzuyu perlahan mengatupkan matanya. .... ⚠ Warning : - LGBT content - mature content
All Rights Reserved
#22
twicefanfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Uncontrollable Love
  • 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓
  • Agreement ||Baemsuri
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • US (우리) [Secret Life Of Idol]✅
  • I'm Not the Protagonist (Completed)
  • Tarik Ulur
  • One More Time (End)

"Kita memang punya cinta, tapi dunia punya norma." "Klise. Itu bukan masalah bagiku." "Bagimu, tapi bagiku ini adalah masalah besar. Kurasa, kau harus mengubur dalam-dalam perasaanmu padaku. Aku dan kau mustahil untuk menjadi kita." "Sekalipun norma menentang, sekalipun harus merasakan nestapa sebelum mencapai harsa, aku rela. Dan meskipun lengkara, tapi litani ku akan tetap sama. Menjadikanmu manusia yang paling ingin aku ajak segalanya." *** Perjalanan cinta itu tidak mudah. Tidak ada yang berjalan mulus tanpa ada lika-liku. Seperti halnya perjalanan cinta dua insan berjenis kelamin sama yang dipertemukan tanpa sengaja namun percaya bahwa mereka ditakdirkan bersama. Meski terjal, meski tak mendapat dukungan semesta sekalipun, keduanya tetap percaya dan berusaha. Seribu badai akan dilalui untuk sebuah kata "CINTA". *** Selamat membaca :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines