Terkadang perjalanan hidup,tak semulus yang di harapkan,ada kalanya terjegal sesuai yang mampu membuat terpuruk jatuh,bahkan terjungkal, ter perosok, dalam nganganya jurang² penyesalan
jurang kenista'an,keputus asaan,bahkan lebih tragis lagi dia harus berakhir dari kehidupan.
walau sesungguhnya kita tlah berhati²
untuk melangkah,supaya selalu ada di jalan yg di cita-citakan,
Ibarat sebuah sampan,kita dengan
yakin pasti,tengah menuju ke pantai,
bahagia''
di tengah lautan,badai datang.
melanda memporak-porandakan sampan
lalu menenggelamkan di dasar lautan paling dalam,
'' Hal nya keluarga anton wijaya -patimah, harus menelan pil pahit getirnya kehidupan,
permasalahan yang tak kunjung terpecahkan,
sa'at keduanya bersikukuh dengan egonya
masing², dan ahirnya bahtera rumah tangga nya, kandas di tengah jalan , namun secara baik² dia sepakat bercerai,
mencari jalan sendiri²,dan sepakat pula untuk tidak menikah lagi,
perkawinannya baru menginjak di usia 6tahun komplik rumah tangga nya terjadi,keluarga anton menuntut untuk tinggal di belitar, dengan alasan ibu nya yg sering sakit2an,
anton adalah anak tunggal handoyo,idup dari keluarga sederhana dan anton lah yg harus menanggung,hidup di saat mereka tengah membutuhkan,sementara patimah yang sudah asik di arena bisnisnya,tidak mau menyia²kan kesempatan yg tengah di raih nya,menurut nya itu anugerah.
All Rights Reserved