Melawan sebuah Rasa

Melawan sebuah Rasa

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 10, 2018
Barangkali, hari ini rasa merupakan sebuah perlawanan. Mungkin esok, rasa merupakan sebuah pertemanan, bahkan keberkahan yang amat mengharukan. Menunggu merupakan pekerjaan yang jenuh. Berharap dengan ketidak pastian merupakan kebodohan. Wanita cantik yang bernama Aprilia Putri tak memiliki batas kesabaran. Terus berteman mesra diatas Sajadah di heningnya malam. Merebahkan kegundahan hidup yang menjadi beban. Yakin seyakin yakinnya kepada zat yang mampu menguasai hati umatNYA, membolak balikkan hati dan memutar arah kemana yang Ia hendaki. Janji Allaah tak pernah meleset. Memberikan apa yang hambaNYA butuhkan. Aprillia tak pernah menyangka akan seindah itu hadiah dari Allah. Sebab, Ada bab yang tak pernah usai, yaitu kesabaran.
All Rights Reserved
#1
nulisbareng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bertemu Bidadari
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • ATMA YANG HAMPA
  • Diantara 2 Bidadari Surga [ On Going ]
  • FRIENDzone (Completed)
  • ''Laura''
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Antara Dendam dan Cinta
  • False Hopes
  • Rachel (SELESAI)

~ Ujung Senja ~ 1 By. Ratu Rianti Matahari belum sempurna menampakkan wajah, udara masih dingan, sisa hujan semalam. Rama masih enggan menanggalkan jaket, ia memeluk dua dengkulnya, pagi ini ia mendapat tugas dari bapak untuk membantu mengecek saluran air di sawah, khawatir air menggenangi tanaman pagi mereka. "Rama, ayo segera berangkat, bapak mu sudah menunggu di sawah" tegur ibu. "Iya bu ..." Jawab Rama, sambil beranjak dari tempat duduk. "Rama berangkat bu ..." Pamit, sambil mencium punggung tangan ibu. Rama mengucap salam. Rama Aditya adalah anak laki-laki pasangan pak Sastra Suwita dan bu Rahmayati. Gante8ng, kalem dan lembut sifatnya. Rambut agak ikal, atletis dan sehat. Baca buku adalah kegemarannya. Masih kuliah, di sebuah perguruan tinggi yang tidak jauh. Tempat tinggal mereka di pinggir kota, tempat yang indah dan sejuk. Jika ke kota hanya 30 menit perjalanan naik motor. Perkampungan yang ramai, tetapi tidak bising. Setiap rumah berbaris rapi, memiliki taman-taman yang asri dan sederhana tapi begitu mempesona. "Ya, ati-ati le ..."* jawab ibu, sambil menatap Rama dengan penuh kasih sayang. Rama mengambil sepeda, di kayuh menuju sawah. Ibu mengantarkan sampai pintu sambil menatap Rama hingga tak terlihat. "Assalamu'alaikum..." Rama menemui bapak. "Wa'alaikumsalam" jawab bapak " Mana yang bisa Rama kerjakan pak" "Itu sebelah sana, coba cek aliran airnya, pastikan tidak tersumbat rumput, karena kalau tersumbat airnya akan terus menggenang menutupi daun padi," Jawab bapak sambil menunjuk ke arah yang di maksut. Rama pun dengan sigap mendatangi lokasi yang di tunjuk, masih segar diingatan, dulu waktu kecil, jika diajak kesawah ia senang sekali, karena bisa mencari belut, keong, capung, jangkrik, dan bisa berlarian bebas. Berbeda dengan sekarang, jika kesawah sudah dipastikan untuk membantu menyiangi rumput, nyemprot hama atau hanya sekedar mengusir burung. Semua menyenangkan. Bersambung ... Balam. Senin, 30072018 14:28

More details
WpActionLinkContent Guidelines