Tempurung di Tengah Kota

Tempurung di Tengah Kota

  • WpView
    LECTURAS 52
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 6, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Sebuah kumpulan cerpen lamaku yang terbit pada tahun 2014. Selamat membaca :) "Apalah arti seekor burung yang tidak mungkin mempunyai harta dan nyali untuk menyogok majikannya agar dapat dibebaskan dari kurungan. Seekor burung seperti menerima nasib dan takdirnya di dalam kurungan meskipun merasa tidak bersalah. Namun apa yang terjadi pada manusia? Dengan harta dan nyali, 'majikan' pun akan bertekuk lutut. Bahkan untuk seseorang yang memiliki harta yang paling tinggi, penjara pun dibuat menjadi istana. Sepertinya mereka dapat bebas kapan saja sesuai dengan kemauannya. Lantas, siapa yang sebenarnya lebih mulia?" "Aku tak bisa menuduh apapun. Akupun seorang manusia yang masih sering protes terhadap pemerintah. Sedangkan hidupku sendiri? Hanya menganalisis matahari dibalik gedung. Tak ada yang tahu apakah suatu saat nanti kita benar-benar menjadi manusia yang baik. Mungkin saja jika aku di posisi mereka, aku pun akan bertindak seperti itu."
Todos los derechos reservados
#99
keresahan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • Kembar Berbeda [TERBIT]
  • Cinta Tapi Cinta?
  • ALEAGAS [END]
  • PAPERFLAKES
  • Three Targeted Girls!!
  • Cerpenpedia
  • My possesive boyfriend
  • LIGHT

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido