Raska, Lingga dan Ndof mempunyai sifat dan cara berpikir yang berkebalikan. Saling menghujat, mengejek, dan bertengkar mungkin makanan sehari-hari untuk mereka. Ancaman untuk berhenti berteman seringkali mereka ucapkan.
Meskipun begitu, tidak ada satu dari mereka yang ingin pergi. Sebesar apapun masalah yang mereka hadapi, masih ada dia yang akan berperan menjadi penengah dan pendingin suasana.
Biasanya sih, dia akan menggeplak kepala Ndof, mengajak Lingga makan makanan pedas, dan berbicara sepanjang malam dengan Raska sebagai usaha perdamaian untuk ketiganya.
Mereka bertiga beruntung mempunyai dia, sedang dia sering bilang terkena kutukan sial bisa mengenal Raska, Lingga dan Ndof.
Tapi ini bukan hanya tentang pertemanan mereka, ini tentang hati yang juga turut serta. Bukan satu, melainkan tiga. Beberapa orang jatuh untuk orang yang sama, dan beberapa lagi bertahan untuk menyembunyikan.
Start: 10/04/2018, till the end
Meisya Kinanti, single dan pencinta sepatu. Sedang menikmati profesi barunya sebagai Account Officer di sebuah bank swasta ternama di Indonesia.
Meisya adalah cewek penggila sepatu, mengoleksi puluhan pasang sepatu di dalam lemari kamarnya. Tapi dirinya sendiri tidak percaya dengan filosofi sepasang sepatu.
Terbukti dengan usianya yang menginjak 29 tahun Meisya masih betah dalam kesendiriannya.
"Gue nyaman hidup sendiri, kalau pengen cowok ya kan tinggal cari aja. Nggak perlu dijadiin pendamping hidup. Gue pemegang prinsip sendiri lebih baik."
Tapi karena kejumawaannya itulah takdir malah mempertemukannya dengan Barra Pramudiaji, seorang pecinta otomotif yang bisa membuat Meisya tergila-gila.