Second Love

Second Love

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 21, 2018
Kedua pasangan adam dan hawa yang harus memutuskan untuk membuat tali ikatan cinta yang sakral di depan tuhan. Umur yang masih muda membuat pasangan ini selalu dilanda masalah dalam suatu ikatan rumah tangga. keegoisan membuat mereka tidak dapat mengerti satu sama lain. Namun, ketika mereka belajar dari keegoisan masing-masing mereka dapat mempertahankan cinta yang mereka bangun. "Kau tau aku sangat mencintaimu......". "Mari dewasa bersama membangun rumah tangga yang bahagia jangan selalu membuatku tidak percaya akan cintamu hmmmm? "
All Rights Reserved
#240
reno
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Never Be The Same
  • Aku dan Waktu
  • Love Me Please Hubby
  •  Sahabat Dan Cinta
  • Resiko
  • MATCHED (dijodohin)
  • Asmara Muda [Completed]
  • A Love Meant to Be
  • TIGA TALI CINTA
  • Slowly [✓]

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

More details
WpActionLinkContent Guidelines