Arta~zahra

Arta~zahra

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 12, 2018
zahra hanya bisa diam, dia tak pernah mengeluh, bahkan tak pernah menceritakan kisah sedih maupun bahagianya. kita pun tak tau dia sedang merasakan apa. karena dia hanya bisa terdiam. arta menyesal telah meninggalkan zahra sendirian dengan keadaan paling rapuh, sampai dia tak bisa berkata-kata, dia hanya diam. seorang arta tiba-tiba memiliki kemampuan membaca sebuah pikiran semenjak bertemu kembali dengan zahra secara tak sengaja. Anehnya, dia hanya bisa membaca pikiran zahra saja, hingga diapun tahu apa yang di rasakan gadis yang selalu diam itu. penyesalan hinggap di benak arta, ingin kembali, tapi tak di terima. dia ingin memperbaiki, tapi tak mendapat respon. bisakah arta membuat zahra kembali?
All Rights Reserved
#141
umum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • ELZEAN [On Going]
  • Kamu Yang Kusuka
  • ERLANGGA (ON GOING)
  • alxendric and his wounds
  • Karena Kamu Rumahnya
  • LOH MANTANN?!!
  • Tentang Arash (REVISI)

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines