Secepat Inikah?

Secepat Inikah?

  • WpView
    Reads 1,275
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 26, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kalian pasti tentu tahu bukan? Pacaran adalah hal yang dilarang oleh Agama Islam. Bukankah sebaiknya kita melakukan yang tidak akan menjerumuskan ke perzinaan? Nah! Disini, seorang lelaki yang menginginkan perempuan tersebut menjadi pacarnya. Lalu? Bagaimana mungkin jika ternyata lelaki itu tidak mengetahui seluk-beluk keluarga perempuan yang ternyata lebih mendalami agamanya tersebut. " bagaimana mungkin kamu bisa mencintaiku kembali? " kata lelaki tersebut. " karena perjuangan dan keteguhanmu yang membuatku mencintaimu kembali. " jawab perempuan tersebut sambil menundukan kepalanya. Gimana??? Penasaran ga, gimana hal itu bisa terjadi??? Oke! Ikuti terus yaa cerita aku inii.. Selamat membaca!!
All Rights Reserved
#133
sena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • I Want You To Know(SLOW UPDATE)
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • School Scandal ✓
  • Adena : "Cinta Tanpa Nama"
  • Assalamualaikum Imamku
  • My Bromance [18+] End
  • SSS [1] Pengagum Langit ✔
  • Ikhwan [SELESAI]

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines