MOMENTS
  • WpView
    Reads 8,049
  • WpVote
    Votes 5,003
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 31, 2025
Jika melihat ke belakang, Darla tentu tidak menyangka garis takdirnya akan selalu bersinggungan dengan Aslan. Semuanya bermula sejak insiden di kantin sekolah. Sejak saat itu, selalu ada ruang bagi keduanya bertemu. Entah semesta yang bekerja, atau justru salah satu di antara keduanya yang membuka jalan. Dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, berputar arah menjadi pertemuan yang disetujui keduanya. Lewat sana, ada banyak pintu di hati yang tadinya tertutup pelan-pelan terbuka. Terlebih, pintu kepercayaan. Namun sayangnya, mendapatkan sesuatu selalu lebih mudah daripada menjaganya. Jadi, mampukah mereka? Copyright© 2025 by Lovieenroses
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • My Teacher My Husband
  • Aerilyn
  • Long Distance Relationship
  • STUDY GROUP - KOS MAMI IDA - END
  • IM REYSAL
  • Ketaksaan Cinta ✔️
  • About Times
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]
  • DeaLova

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

More details
WpActionLinkContent Guidelines