Classmate

Classmate

  • WpView
    LECTURAS 75
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 1, 2018
Meiliya Setiyawan, gadis berparas rata-rata, kutu buku, cuek dan anti sosial tiba-tiba bertemu dengan seorang model tampan yang juga salah satu teman kelasnya. Noel Renaldo, siswa urakan yang selalu melanggar peraturan di sekolah. Demi mengganti kerusakan mobil Noel, Liya harus menjadi guru privatnya selama tiga bulan tanpa dibayar, belum termasuk seluruh perkataan dan permintaan Noel yang mesti terlaksana tepat waktu.
Todos los derechos reservados
#976
model
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Let Me be Your Man
  • FAKE LIFE  [END]
  • ANTAGONIS ALVASYA [ON GOING]
  • Beetle Knight and Princess
  • The Past
  • Kisah kita
  • Fake Nerd

"Hati itu adalah sesuatu yang paling sulit kamu kendalikan, ia akan terus mencari tempat di mana ia bisa dicintai, Dan siapa tahu, sekarang hatimu mulai mencariku" -Virga. ------ Sebagai seorang guru konseling muda di SMA Mandala Nusantara, Livia hanya ingin membantu Virga Nathael, si murid paling nakal di sekolahnya itu untuk memperbaiki diri. Bukan rencana Liv jika ia kemudian tahu selama ini Virga begitu tersiksa hingga merubahnya menjadi pribadi yang kasar dan menyeramkan layaknya monster. Bukan rencana Liv juga jika niat baiknya justru mengubah cara pandang Virga padanya. Tak lagi sebagai guru konseling galak yang selalu memburunya, melainkan sebagai gadis hangat yang mau mengulurkan tangan padanya, satu-satunya orang yang peduli padanya, satu-satunya orang yang membuatnya tergila-gila, dan satu-satunya orang yang menjadi alasan Virga untuk melanjutkan hidupnya. ----- "Sekolah yang bener, kuliah yang bener, sukses dan lepas dari papa kamu." Bagi Virga, itu hanya upaya Liv memanfaatkan emosinya. Dalam hati ia bersumpah membuat Liv menyesal. "Terus saya dapat apa?" "Ya, gak ada! Pilih cara ini atau saya kejar kamu sampai sudut dunia." "Ya udah lupain aja. Lagian saya gak takut sama Bu Liv." Virga mengacak rambutnya, bersiap keluar. "Fine! Kamu mau apa emang?" tanya Liv. Virga menyeringai, matanya menyapu sang guru dari wajah hingga ujung kaki, lalu berhenti di manik coklat terang itu. "Jadi pacar saya." "GILA!" Liv terkejut. Virga puas melihat wajahnya merona. "Silakan Bu Liv pikir-pikir aja dulu." Ia melenggang santai, lalu berbalik sebentar menatap guru itu yang kini tak lagi ingin mengejarnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido