Sajadah Cinta Malayekka

Sajadah Cinta Malayekka

  • WpView
    Reads 253
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 29, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Assyifa balqish malayekka,berusia 22 tahun.cantik,pintar,lemah lembut dan sangat taat beribadah.tengah menyelesaikan studynya di turki,akan tetapi karena permintan papahnya yg tengah sakit.dengan berat hati dia harus memutuskan pendidikannya itu dan pindah ke negeri asalnya.syifa tidak pernah menyangka bahwa di kampus barunya itu,dia bisa bertemu lagi dengan laki laki yg masih tersimpan rapi namanya di hatinya,laki laki yg pernah hadir dalam hidupnya 2 tahun lalu,namun kehidupan kampusnya itu tidak berjalan mulus seperti kehidupan di kampusnya dulu.karena di sana dia harus menghadapi mahasiswa badung,mesum dan abadi.ya abadi karena dia sudah 6 tahun berkuliah dan tidak pernah berfikir untuk menyelesaikan study nya dan yg lebih parahnya papahnya menjodohkan dirinya dengan laki laki itu.sungguh tak pernah terlintas di pikirannya bahwa hal itu akan terjadi.akankah dia menuruti permintaan papahnya untuk kedua kalinya,mengorbankan hatinya atau memilih laki laki yg masih menghuni hatinya sampai sekarang. ******
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • From Friends To Lovers
  • LOVE in SILENCE
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • Jodoh Pilihan Mama (END)
  • Lauhul Mahfudz (END)
  • Ale.[#wattys2018]
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines