HeRohis
  • WpView
    Reads 2,985
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
-Hanis Sagara Putra- Aku akan terus berusaha. Untuk menjadi orang yang menurut-Nya pantas, untukmu... -Ayana Istiqa- Kita berpisah karena Allah. Insyaa Allah, kita juga dipertemukan karena Allah. *** "Kenapa kamu mau dijodohin ?" Tanya Sagara. Ia menunduk tak sanggup memandang gadis yang terpaut 2 meter di samping kanannya itu. "Aku cuma punya Ayah. Aku mau ngabahagiain ayah. Walaupun itu artinya aku sakit" Sahut Ayana. Mata Sagara berkabut. Kenyataan pahit akan segera ia terima. Dan tugasnya sekarang adalah Ikhlas. "Aku bakal nurutin kemauan mama sama papa aku. Aku juga mau bahagiain mereka". ~HeRohis|Copyright 2018
All Rights Reserved
#40
timnas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Finding What Was Lost ✅
  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • Selembut Dhuha Menyapa (TERBIT)
  • Kurindu Baginda✔️ [END]
  • Masya Allah Zaujati || Cinta Dalam Doa [ END ]
  • Antara Berjuang & Menyerah [SUDAH TERBIT] (REPOST)
  • UNSPOKEN, YET ALWAYS FELT [ ROMANSA REMAJA ISLAMI ]

Qurrata Ayna Khumayra mengingat Iqbal sebagai teman kakaknya yang berbahaya dan tak kenal aturan. Dia antipati, meski di sisi lain, dia mendambakan sesuatu yang dimiliki Iqbal: petualangan dan kebebasan. Iqbal Satyadana mengingat Ayna sebagai gadis salihah yang taat orangtua. Kepatuhan gadis itu terhadap norma agama menyadarkan bahwa dirinya seperti pecundang yang tidak punya tujuan hidup. Keduanya bertemu kembali lima belas tahun kemudian dalam sebuah reuni sekolah dengan kondisi yang berkebalikan. Ayna sudah melepas hijab sementara Iqbal justru menjadi religius. Mereka kukuh dengan nilai masing-masing yang dipegang saat itu. Untuk bisa bersatu, mereka buntu di persimpangan; haruskah mereka mengalah atas nilai yang mereka pegang, atau justru perasaan mereka saja yang diikhlaskan? TW‼️ Physical abuse, toxic relationship.

More details
WpActionLinkContent Guidelines