Qurrata Ayna Khumayra mengingat Iqbal sebagai teman kakaknya yang berbahaya dan tak kenal aturan. Dia antipati, meski di sisi lain, dia mendambakan sesuatu yang dimiliki Iqbal: petualangan dan kebebasan. Iqbal Satyadana mengingat Ayna sebagai gadis salihah yang taat orangtua. Kepatuhan gadis itu terhadap norma agama menyadarkan bahwa dirinya seperti pecundang yang tidak punya tujuan hidup. Keduanya bertemu kembali lima belas tahun kemudian dalam sebuah reuni sekolah dengan kondisi yang berkebalikan. Ayna sudah melepas hijab sementara Iqbal justru menjadi religius. Mereka kukuh dengan nilai masing-masing yang dipegang saat itu. Untuk bisa bersatu, mereka buntu di persimpangan; haruskah mereka mengalah atas nilai yang mereka pegang, atau justru perasaan mereka saja yang diikhlaskan? TW‼️ Physical abuse, toxic relationship.
More details