Kalem Boy

Kalem Boy

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, May 4, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Manusia itu bagaikan kursi yang utuh,tanpa kaki kursi maka tidak akan bisa berdiri dan tanpa alasnya pun tidak bisa di duduki. Seperti itulah, manusia saling membutuhkan dengan yang lain. Di dunia ini pun jika manusia tidak bisa mengenal satu sama lain maka bagaimana bisa meminta dan saling membantu? Terjadi kecangunggan benar bukan? Maka disini lah, dua remaja lawan jenis dengan sifat masing-masing yang tentu berbeda saling tak kenal, dipertemukan mungkin untuk di masa depannya? Siapa yang tahu, kita hanya manusia bukan Tuhan yang merencanakannya semuanya tanpa makhluknya tau, benar bukan.
All Rights Reserved
#79
fiskiremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Felicity [On Going]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Stay here
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • unexpected love (Selesai)
  • My Angel
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • From Rivals To Lover

BRAKK... "Aww..". Ringisnya. Naya yang belum sepenuhnya sadar berada di atas tubuh orang itu, hanya bisa meringis menahan sakit di dahinya karena terbentur dengan hidung orang yang di tindihnya itu. "Aduh, sakit banget dahi gue, lecet nih kayaknya". Adunya sembari mengusap keningnya yang memerah. "Tapi, kok gue jatuhnya nggak sakit ya". Setelah merasa jika dirinya menabrak seseorang tadi, refleks Naya membuka matanya dan pandangannya langsung bertubrukan dengan mata orang di bawanya, yang 'sialnya malah menatapnya nya dengan tatapan intens dan bibir yang menyunggingkan senyum tipis. Buru buru Naya bangkit dari atas tubuhnya, dan membatu sosok itu berdiri dari jatuhnya. "So-sorry El, g-gue nggak sengaja". Naya meruntuki dirinya yang ceroboh sampai sampai menabrak orang begini. _____________________ "Hm, liat gue". Ujar El dengan tatapan masih tertuju pada Naya. "Ha?". Naya mendongak menatap El, wajah tampannya seakan menghipnotis Naya saat ini. "Lo, cewek waktu itu kan?". Tunjuknya ke arah Naya dengan senyum yang masih tercetak di wajahnya. "I-iya". Ah mengapa Naya merasa dirinya gugup sekarang. El maju mendekatinya yang mengakibatkan Naya refleks memundurkan langkahnya. Mata El seakan menghipnotis Naya, sehingga Naya tidak dapat mengalihkan tatapannya dari mata tajam milik El. "Lo, ng-ngapain". Panik Naya saat tubuhnya terbentur dinding, dan tangan kekar El mengunci tubuhnya. "What it's your name', girl"?. Tanyanya dengan suara serak , yang sialnya' malah membuat jantung Naya kejang kejang. ______________________ _Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan kejadian. Itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan_ 💯 karangan sendiri!! _____________________ all picture inside © Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines