Judul standar - Menggenggam Awan

Judul standar - Menggenggam Awan

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 14, 2018
Cerita ini tentang Laki-laki yang membuatku percaya bahwa ternyata tidak semua laki-laki itu sama. tidak semua laki-laki itu bejat,bajingan,nakal dan jahat terhadap wanita. Dan dia juga yang membuatku tahu bagaimana mencintai dan saling menyayangi dalam diam namun saling mengetahui tanpa harus mengungkapkan. Dia.. Dia bukan dilan, yang pandai berpuisi dan menyusun kata-kata gombal dan rayuan romantis yang membuat setiap wanita yang mendengarnya menjadi berbunga-bunga. Dia... Dia bukan laki-laki yang suka tebar pesona kepada banyak wanita .Dia hanya seorang pria polos yang jangankan membuat kata- kata gombal, bahkan menyatakan cinta kepada wanita pujaan nya saja dia tidak mampu. bukan karena tidak mau tapi, karena dia tahu akan ada saatnya dimana sebuah cinta di pertemukan dan disatukan dalam kehalalan dan ridho tuhan yaitu ikatan suci pernikahan. Dia.. Dia ibaratkan batu sedingin es yang membeku di tengah gurun pasir. Apa mungkin dia ada? Yah, dia memang ada . Dan dia juga ibaratkan awan, sulit di gapai dan akan hilang jika kita memggenggamnya .Aku hanya akan memandanginya tanpa harus menggenggamnya karena aku tidak ingin dia menghilang karenaku. aku hanya ingin dia terus ada dan menghiasi langit. Walaupun aku tahu jika dia akan pergi terbawa angin. tak apalah dia pergi karena aku yakin besok dia akan kembali lagi dan aku bisa melihatnya lagi .yah, walaupun mungkin esok dia tak seramah kemarin tapi, aku sudah terbiasa dengan hal itu. Terkadang hari ini di begitu indah menghiasi langit Namun terkadang dia juga datang bergemuruh membawa hujan ataupun badai, walau aku tak suka dengan sikap tak ramahnya namun, aku bahagia dengan hujan yang dia bawa karena hujan mengingatkanku jika dia masih ada di langit. Yah , dia ibaratkan awan yang ingin Namun tak bisa ku genggam.
All Rights Reserved
#120
fina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Kamu dan Hujan
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • MALAIKAT DAN LAUT BIRU
  • DIA SUNSETKU
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Hubungan dalam Kerumitan (End)
  • Angel To Raya (END)
  • Gairah Terlarang Karena Ceritamu
  • Jomblowati (tidak) mencari cinta

Hari ini hujan turun dengan deras. Awan sangat hitam, petir saling menyahut, sama seperti hati ku saat ini. Cuaca ini sangat mewakili hati dan perasaanku, kelabu. Aku berjuang untuk nya, tapi dia tidak. Aku hanya ingin mengambil perhatian nya supaya dia suka padaku. Tapi dia, hanya sebatas menghargai ku saja dan tanpa ada niat untuk membalas perasaanku. Ohhh, itu sangat menyakitkan bagi ku. Dia berkata memiliki rasa yang sama, tapi aku tidak pernah melihat keyakinan dari matanya. Aku hanya bisa berjalan dan menangis karna perjuangan ku tak di hargai,lelah rasanya berjuang sendiri. Sampai di pertengahan kota, aku melihat seorang lelaki membawa payung dan tersenyum hangat yang membuat ku tersipu malu. Dia mengajakku ke rumah nya. Awal nya aku curiga dan merasa was-was kepada lelaki tersebut. Tapi entah aku merasa ingin mengikutinya dan ada dorongan dari mana aku ingin mengikutinya. Ahh, dia menggenggam tanganku yg membuat ku tak bergerak sama sekali, hanya mengikuti langkah nya. Dan sampai di ujung jalan, ada satu rumah yg berbentuk hati. Aku terkejut melihat nya, dia mengajak ku masuk untuk menghangatkan badan dan membilas diri karna aku sangat basah. Sudah berjalan beberapa hari, dia sangat perhatian dengan ku, ia memberikan semua yang sebelum nya belom pernah aku rasakan. Aku merasa berwarna kembali dan tersenyum untuk kesekian kalinya. BTW, itu kata perumpamaan yaa guys. Manaada rumah berbentuk hati, halu deh haha:v Awas typo bertebaran! Cerita pertama di akun ke2🤗 Semoga kalian suka. @_diana283

More details
WpActionLinkContent Guidelines