Moonchild

Moonchild

  • WpView
    GELESEN 24
  • WpVote
    Stimmen 5
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Juni 9, 2019
_Moonchild_ Saat kau menganggap dirimu tak berguna. Sesuatu yang harus dibuang seperti layaknya sampah. Kau harus berfikir kembali atas siapakah dirimu. Kau harus melihat orang - orang disekitarmu. Walau tak secara gamblang mereka mengatakan bahwa mereka membutuhkanmu, tapi percayalah walau sekecil apapun. Kau tetap bagian penting di hidup mereka. Seperti halnya dengan cahaya biru dari anak bulan. ~Narra
Alle Rechte vorbehalten
#465
masaremaja
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Memories in Moon
  • Once and Never Again
  • COLLIDE [RamYeon] ✔
  • Growing Up (Vol. 03)
  • First Love (Baby Monster X Treasure)
  • Because My Heart Is You
  • -SUGAR BABY- [RorAsa] S1||S2 The End
  • Persepsi
  • BALADA KEHIDUPAN
  • The Memory

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien