SUARA HATI

SUARA HATI

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 6, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana kehidupan bulan tanpa adanya bintang. Sepi, sendiri, sunyi, gelap. Bisakan mereka melewati hidup mereka yang penuh kejutan? Bakal gue usahain update secepatnya yeah.. Ikutin terus sampai chapter terakhir terima kasih hehe:)
All Rights Reserved
#179
pantiasuhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bos Galak (ON GOING)
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Dermaga
  • Massa (TAMAT)✓
  • Chantika Bulan
  • Langit, Bulan & Bintang [ END ]
  • My Beloved Enemy
  • MY LIFE ( ON GOING )
  • BulBin (END)

_Bulan Pradipta_ Bekerja di salah satu perusahaan musuh adalah musibah terbesar, dan musibah itu harus gue rasaiin setiap hari. Baru seminggu bekerja sudah ngebuat hati, huft ... menyebalkan! "Bulan, ambilkan saya minum!" "Bulan tolong pijitin bahu saya!" "Bulan, suapin saya." "Bulan, blablabla--" "Pak, saya mau tanya dong." Dirga yang masih bergelut dengan filenya, menatap Bulan dengan datar. Sedangkan yang ditatap hanya memutar bola matanya malas. Dirga menautkkan alisnya. "Apa?" tanya Dirga dengan datar. "Saya itu serketaris atau babumu sih, Pak?" "Menurut kamu?" Tali mana tali, gue mau gantung diri. _Dirga Arkaneo_ Menggangu Bulan adalah hoby saya. Orang yang sekarang menjabat sebagai Serketaris dari seorang Dirga Arkaneo. Tak di sangka dengan pertemuan yang bisa dibilang aneh tapi menyenangkan menjadi hal tersendiri bagi saya. Ada satu hal yang saya suka darinya. Saya suka saat melihat wajah kesalnya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines