Senja Di Pagi Hari

Senja Di Pagi Hari

  • WpView
    Reads 452
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 18, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Cerita dari ujung sebuah kota, perjuangan seorang anak manusia dalam menemukan jalan hidupnya. Adi, seorang anak yang pantang menyerah dan kuat dalam menghadapi problema hidup. Bukan tanpa alasan, ia dilahirkan dari sebuah keluarga sederhana yang hidup di bawah tekanan sosial dan bermacam-macam rintangan. Bagaimanakah kelanjutan perjuangan di masa kecil hingga Adi dewasa? Akankah Adi bisa menemukan jalan hidupnya? ©Copyright by Mevsurement April 16.2018
All Rights Reserved
#780
strong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • ADIOS [END]
  • I AM WHO I MEANT TO BE (Complete√)
  • Am I Good Enough?
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • 180 Days
  • Garvitara [END]
  • Peluk
  • Family Line
  • Aku Disini Kak! [End]

Dia Nala keenara, gadis cantik dengan hobi yang sangat unik yaitu, membuat masalah. Ia adalah anak yang nakal, jahil, dan sering sekali bertingkah. Semua orang mengenalnya sebagai gadis yang tak pernah bisa diam, selalu membuat keributan, selalu mengundang tawa dengan tingkah lakunya yang kadang keterlaluan. Namun, di balik sikap nakal dan jahilnya, ada sebuah luka yang dalam. Luka yang bahkan hingga kini belum juga terobati. Luka yang dapat membuat ia bertingkah seperti itu. Apakah mungkin, suatu saat nanti, Nala bisa berubah? Bisa melepaskan diri dari perangkap kebiasaannya yang selalu membuat masalah? Apakah takdirnya akan berubah, ataukah ia akan tetap terperangkap dalam siklus yang ia ciptakan sendiri? Mungkinkah takdir baik akan memihaknya suatu hari nanti? Mungkin, Tidak ada yang tahu bukan? ••• ⚠️Warning • Dilarang keras plagiat cerita. • Jika ada persamaan nama tokoh, tempat dan alur cerita yang sama itu hanya kebetulan semata tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya. • Hasil pemikiran dan ketikan sendiri. • Banyak kata-kata kasar/umpatan

More details
WpActionLinkContent Guidelines