My Regret

My Regret

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 13, 2018
"dinnn, sini bentar!" teriak aldy. Kala itu kelas ramai sekali, seperti sedang ada razia PKL. Ada yg ngobrol sambil cekikian, ada yg kejar kejaran berasa kayak difilm india, dan yg paling parah ada yg ngobrolnya kayak pake speaker masjid padahal jarak mereka cuma sejengkal. Maklum, kalian pasti tau lah suasana kelas yg ditinggal gurunya rapat dadakan? Ricuh kan? "apa dy? Bentar cari sepatu!" teriakku tak kalah lantang sambil membungkuk mencari sepatuku yg entah ngumpet dimana. Kebiasaan burukku adalah suka lepas sepatu dikelas dan pasti lupa naroh nya dimana. "Apaan?" tanyaku saat sudah berada tepat didepan aldy "Jadian yuk?" "ha? balasku dengan suara cukup keras. kaget? tentu! Bak seorang pangeran yg sedang meminang tuan putri. Dia bersimpuh dengan bermodal kemoceng yg sengaja diambil dari ujung kelas, kotor dan bau. Tidak ketinggalan pula, wajah tengilnya yg sungguh bukan seperti orang yg sedang "menyatakan perasaan" tapi lebih kepada orang yg sedang menawarkan "pukulan sukarela"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • Yang Dicari
  • DEVIAN [END]
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • No Longer Mate
  • My Friend and My Bestfriend
  • The Special Class
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines