Ibu janah Yang Kejam

Ibu janah Yang Kejam

  • WpView
    Reads 2,208
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 26, 2018
Ibu nurjanah adalah ibu yang berwatak keras, egois, pelit, kejam, pembohong dan sensitif. Ibu janah memang kejam, dia begitu tega menyakiti anaknya, badan anaknya sampai memar-memar. Tidak hanya itu dia juga menyuruh anaknya mengamen di jalanan hingga suatu ketika anaknya itu ketabrak oleh mobil dan mengalami pendarahan di otaknya dan harus dilarikan ke rumah sakit. Hingga akhirnya dia meninggal dunia. Hal itu terjadi tidak diketahui sama sekali oleh ayahnya yang bekerja sebagai insinyur yang sekarang berada di luar kota untuk menyelesaikan suatu proyek pembangunan perumahan. Setelah anaknya meninggal dunia ibunya menjadi gila dan ayahnya menjadi hampir frustrasi namun dia cepat sadar kalau dia seperti ini pasti anaknya akan sedih di atas sana.
All Rights Reserved
#31
penganiayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Setelah C Terdapat D
  • ATMAJA [On Going]
  • Sudut Pandang Hasbi | Haechan (Terbit)✔
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Pulang Tanpa Arah

Citra selalu percaya bahwa keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang. Namun, bagi dirinya, rumah justru menjadi tempat yang paling menyesakkan. Di depan orang lain, Ayahnya tampak seperti sosok yang penyayang dan bertanggung jawab. Tapi di balik pintu rumah, hanya kemarahan dan tuntutan yang ia terima. Setiap kata yang keluar dari mulut Ayah lebih sering berupa bentakan daripada nasihat. Setiap harinya, ia harus belajar menahan air mata, berharap suatu hari Ayah akan melihatnya sebagai seorang anak, bukan sekadar seseorang yang harus selalu ia kontrol. Namun, harapan itu perlahan pudar. Saat semua luka semakin dalam dan kata-kata tak lagi didengar, Citra menyadari satu hal: ia telah kehilangan sosok Ayah, bahkan sebelum ia bisa benar-benar mengenalnya. Kisah ini adalah tentang perjalanan seorang anak perempuan yang berusaha bangkit dari bayangan masa lalu. Tentang keberanian untuk melepaskan, meski yang dilepaskan adalah seseorang yang seharusnya menjadi tempat berlindungnya. Bisakah seseorang tetap bertahan, meski tanpa sosok ayah disini

More details
WpActionLinkContent Guidelines