Aku Padamu
  • WpView
    LECTURAS 322
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 22, 2018
Hidup itu tidaklah sederhana, demikian juga dengan cinta. Selalu ada saja sandungan yang siap menhentikan langkah, tdk peduli sudah seberapa jauh kita berjalan. Namun hidup akan menjadi sempurna, ketika ada seseorang yang selalu menyediakan pundaknya untuk bersandar saat kita lelah. Jarinya selalu sedia menghapus air mata yang berkaca kaca. Seperti kamu yang selalu menggandeng tanganku untuk meyakinkanku bahwa aku tidak sendirian, selalu ada dirimu di sisiku. Karenamu, hidupku menjadi indah. Karenamu rindu ini pun tercipta. Aku padamu, kamu padaku untuk satu cinta
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • You're Here, But Not For Me
  • flashback~
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Shadow That Fades
  • Aku Kamu Dan Dia
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Fading Out Flickers
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Anugerah Terindah
  • Sekali Lagi (End)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido