Aku Padamu
  • WpView
    Membaca 323
  • WpVote
    Vote 19
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mei 22, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Hidup itu tidaklah sederhana, demikian juga dengan cinta. Selalu ada saja sandungan yang siap menhentikan langkah, tdk peduli sudah seberapa jauh kita berjalan. Namun hidup akan menjadi sempurna, ketika ada seseorang yang selalu menyediakan pundaknya untuk bersandar saat kita lelah. Jarinya selalu sedia menghapus air mata yang berkaca kaca. Seperti kamu yang selalu menggandeng tanganku untuk meyakinkanku bahwa aku tidak sendirian, selalu ada dirimu di sisiku. Karenamu, hidupku menjadi indah. Karenamu rindu ini pun tercipta. Aku padamu, kamu padaku untuk satu cinta
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • Aku Kamu Dan Dia
  • IF YOU
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Waktu dan Cinta
  • Anugerah Terindah

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan