My Love Is Ghost

My Love Is Ghost

  • WpView
    GELESEN 411
  • WpVote
    Stimmen 62
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Juni 2, 2018
Sebutir peluru berdesing melewati telingaku. Jantungku berpacu cepat, berlomba-lomba dengan adrenalin yang mengalir deras melalui setiap pembuluh darahku. Tidak sedetik pun aku memelankan langkah, berzig-zag di antara pepohonan, melompati akar-akar yang menyembul dari dalam tanah. Mencoba menghindari maut yang mengejar di belakang, siap mengayunkan tongkat kematiannya. Sebutir peluru lagi ditembakkan. Kali ini tepat mengenai batang pohon di sebelah kiriku. Suaranya membuat telingaku peka. Tapi tidak cukup untuk membuatku gentar. Warna-warna berkelebat cepat di sekelilingku. Hijau dan cokelat campur-aduk jadi satu. Aku berlari dan terus berlari, tanpa memedulikan cabang dan ranting pohon yang mengoyak pakaianku, menggores kulitku, dan meninggalkan rasa perih yang menusuk. Aku bisa saja berhenti. Menyerah. Membiarkan maut mengalahkanku, mengizinkan peluru itu bersarang di jantungku. Memberikan kesempatan pada tongkat kematian untuk merenggut nyawaku. Aku bisa saja menyerah karena aku terlalu lelah dan kakiku telah mati rasa. Tetapi itu tak kulakukan karena jika aku menghentikan usahaku, rasa sakit yang mencengkeram hatiku, yang bahkan jauh lebih sakit dari luka torehan yang disebabkan ranting pohon. Kalau aku menyerah, tidak akan ada perpisahan. Peluru lain ditembakkan. Kali ini menyerempet lenganku. Rasa sakit yang membakar membuat air mataku merebak. Perpisahan. Kata itu menimbulkan kepedihan yang tak ada sangkut pautnya dengan lenganku yang terluka. Aku tak perlu menoleh untuk mengetahui bahwa dia berada tepat di sampingku, dengan kekhawatiran mewarnai matanya, meneriakkan arah mana yang harus kulalui. Jika aku menyerah saat ini, itu hanya akan menyakitinya. Dan dengan melihatnya terluka justru itu lebih Dia berharap aku terus berjuang untuk tetap hidup, meskipun itu berarti kami saling berucap selamat tinggal. Jangan lupa Vote and Comment
Alle Rechte vorbehalten
#71
hidupku
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Disturbances (End)
  • IF YOU
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • -Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • [End] Behind The Color
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • If You ✔️

Hari demi hari, Aku menyeka air mataku lagi Aku hidup dengan menghapus kamu dalam hatiku Walaupun jika aku memberikan hatiku, itu tidak cukup untuk cinta ini Tenggorokanku terasa tersendat karena tidak bisa memanggilmu lagi Luka dalam hatiku semakin besar Walaupun aku mencoba menghapusnya, aku tidak bisa Wajahmu yang kurindukan, selalu melekat disekitarku Kamu terus masuk dan muncul dalam pandanganku Selamat tinggal hari, cinta sudah hilang Mengambil semua kenangan kita Selamat tinggal hari, waktu kumohon berhenti Sehingga hatiku yang membiarkanmu pergi bisa menjadi abu yang tidak merasakan sakit lagi Kepada seseorang, yang kucintai Ketikaku memikirkanmu hatiku selalu berdetak kencang Hatiku sudah berlari kepadamu Wajahmu yang kurindukan, selalu melekat disekitarku Kamu terus masuk dan muncul dalam pandanganku Selamat tinggal hari, cinta sudah hilang Mengambil semua kenangan kita Selamat tinggal hari, waktu kumohon berhenti Sehingga hatiku yang membiarkanmu pergi bisa menjadi abu yang tidak merasakan sakit lagi Cintaku tidak cukup sehingga membuatmu pergi dan menanggis Jangan pernah ada dalam cinta yang menyakitkan ini lagi Air mata mengaburkan pandanganku Hatiku yang membiarkanmu pergi menjadi abu yang lebih menyakitkan lagi Selamat tinggal hari, cinta sudah hilang Mengambil semua kenangan kita Kepada seseorang, yang kucintai Hari dimana kita berpisah

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien