MOVE ON
  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 12, 2018
Ia menyukai lelaki itu. Ia bahkan mencintainya. Cinta yang baru pertama kali ia rasakan. Ia selalu mengikuti kemanapun lelaki itu pergi. Ia terus berusaha menarik perhatian lelaki itu. Tapi semuanya sia-sia. Ia tahu jika lelaki itu tak menyukainya. Bahkan sangat sadar jika lelaki itu tak mencintainya. Ia telah mengganggu ketenangan hidup lelaki itu, mengusik kehidupan lelaki itu. Tapi ia melakukannya karena ia mencintai lelaki itu. Hingga suatu saat, ia harus mengambil keputusan sulit. Ia harus meninggalkan lelaki itu, meninggalkan cinta pertamanya. Ia rela menjauhi lelaki itu, walaupun ia harus merasa sakit. Semua itu ia lakukan demi kebahagian orang-orang di sekitarnya, terutama demi lelaki yang begitu ia cintai. "Mungkin Allah cemburu padamu karena aku lebih banyak mencurahkan cinta ini padamu. Maka dari itu, Allah menegurku. Aku menyerah. Kulepas cintaku yang tertaut padamu. Aku ingin mencintai Allah di atas segala-galanya. Bantu aku agar semuanya mudah. Tetaplah menjadi lelaki dingin yang kukenal dulu. Jangan berubah, meskipun aku menjauhimu."
All Rights Reserved
#97
ikhwan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Silence
  • Air Mata Cinta
  • senja di matamu
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Dia dan Doa
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Yang Tertinggal
  • Gus Reyhan untuk Syifana

Sejak pertama kali aku melihatmu, rasa ini langsung terkagum padamu. Aku rasa kamulah sosok yang selama ini aku cari. Kamulah laki laki yang sesuai seperti laki laki yang aku idam idamkan. Senyummu sangatlah manis, tatapanmu seakan akan bisa menyihir aku ini, suaramu pun sangat menyejukkan hati. Layak, jika kamu membuat banyak perempuan terkagum kagum denganmu. Tidak lain pula dengan diriku. Sejak pertama aku melihatmu, aku mulai mengagumi mu diam diam tanpa sepengetahuan dari dirimu. Mengagumi mu diam diam, bukanlah satu hal yang mudah. Banyak sekali halangan yang seringkali membuatku pupus harapan dan ingin menyerah. Namun, aku masih tetap yakin, jika kamu adalah satu satunya laki laki yang aku cari selama ini. Aku harus sabar. Sabar untuk menahan segala rasa inginku, tuk lebih dekat denganmu. Sabar untuk tetap menjaga perasaan ku ini. Sabar untuk selalu bersikap seolah olah aku biasa saja saat bertemu denganmu. Sabar untuk selalu menundukkan pandangan ku padamu. Aku yakin, suatu saat nanti Allah akan mengabulkan segala doaku. Aku tinggal bersabar menunggu waktu yang tepat. Jika memang aku tidak ditakdirkan dengannya, aku akan dijauhkan perlahan dengannya agar aku tak salah menaruh hati kepada seseorang, Allah juga akan menggantinya dengan yang lebih baik. Namun, jika Allah menakdirkannya untukku, percayalah seberat apapun rintangannya dan sejauh apapun dia dalam jangkauanku, aku akan tetap dipersatukan dengannya suatu saat. Untuk saat ini, aku hanya bisa menikmati senyuman manisnya dari kejauhan. Jika suatu saat nanti aku diberi satu kesempatan untuk memilikinya, aku sangat bersyukur untuk itu. Namun, jika kita dipisahkan lagi, aku akan tetap bersyukur pernah memilikimu walau hanya sementara. Tugasku hanya menyayangimu secukupnya bukan merubah takdir Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines