The Out My Way

The Out My Way

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 24, 2018
SLOW UPDATE Berawal dari kehidupan yang biasa, menjadi kehidupan yang luar biasa. Kehidupan lain yang memanggil (ahh, lebih tepatnya memaksa) beberapa manusia untuk datang. Dimana beberapa manusia terjebak di dunia yang tidak diketahui letak dan asalnya. Entah berapa banyak manusia yang terjebak disana. Mereka hanya memiliki satu tujuan yaitu "keluar". Namun tidak semudah seperti yang kalian bayangkan. Banyak rintangan yang harus mereka hadapi. Entah siapa saja yang dapat bertahan. Mereka yang memulainya, mereka juga yang harus menyelesaikannya.
All Rights Reserved
#491
friend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • THE SECOND ENDING [END]
  • The Lost Institute [COMPLETED]
  • Transmigrasi Ayne
  • Agape [FANTASI KERAJAAN]
  • Reincarnated [END]
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines