Diary Amanda

Diary Amanda

  • WpView
    Reads 408
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 20, 2018
Telingaku menangkap suara tajam merusuk ke dalam saraf-saraf otaku, aku mencari-cari titik keberadaan suara tersebut. Ku dapati seorang pria yang terbaring lemah diatas kasur yang terdapat di ruangan ICU banyak selang-selang yang tak ku kenal menempal pada tubuhnya, suara itu ternyata suara yang bersumber dari alat Rumah Sakit yang mendeteksi jantung pria itu. Ku dekati perlahan kakiku melangkah sedikit demi sedikit dan mataku terbelak, detak jantungku begitu cepat, kakiku seakan-akan lumpuh, tubuhku terjatuh lemas dihadapan pria itu dan ternyata pria itu..... Atthalah..... "Atthalah..... kamu kenapa???" Aku berteriak sekuat mungkin memanggilnya. Air mataku bercucuran membasahi pipiku dan aku bertanya ada apa dengan Atthalah, namun tak ada satu orangpun yang ku dapati. Dia adalah sosok pria yang selama ini aku tulis di dalam diaryku dan aku tak ingin kehilangannya. Aku merunduk dihadapannya memikirkan apa yang terjadi.
All Rights Reserved
#779
pondok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trapped By A Pervert
  • ELEGI ASMARA
  • selamat pagi cinta
  • Narasi patah hati
  • ngger adalah vandyku
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • tumbal gadis perwan
  • SASHI
  • TAMARA

[END] Anneth Andira Pramudya adalah seorang mahasiswa tingkat tiga yang tinggal bersama papanya di Sydney. Mereka pindah sejak Anneth berusia 13 tahun. Kedua orang tuanya bercerai dan Anneth lebih memilih mengikuti sang papa dan harus rela berpisah dengan mama dan kakaknya yang tinggal di Jakarta. Edward Andrew McCharter, pengusaha muda yang cukup berpengaruh di Sydney. Dirinya tak pernah merasa kekurangan materi sejak kecil karena bisa dibilang ia dibesarkan dengan sendok emas di mulutnya. Edward adalah gambaran pria idaman seorang wanita. Namun percayalah, pria itu tak pernah menjalin hubungan yang serius hingga usinya memasuki 29 tahun. *** "Can I hug you?" Bisiknya dengan suara lirih. Aku kembali menatapnya. "Sorry, I know we're stranger. I dont mean anything" ujarnya dengan cepat saat aku tak meresponnya. *** "Terima kasih. Tapi saya harap kamu akan melupakan kejadian ini. Dan jika suatu saat kita bertemu, saya akan menghargainya jika kamu tak mengungkit hal ini" ujarnya. *** "Saya yakin kamu bisa merasakannya bukan?" Bisik pria yang ada di belakangku. "You're a pervert Mr. McCharter" balasku membuat pria itu terkekeh . *** Penasaran dengan kelanjutannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines