Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Diary Amanda

Diary Amanda

  • WpView
    Reads 408
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 20, 2018
Telingaku menangkap suara tajam merusuk ke dalam saraf-saraf otaku, aku mencari-cari titik keberadaan suara tersebut. Ku dapati seorang pria yang terbaring lemah diatas kasur yang terdapat di ruangan ICU banyak selang-selang yang tak ku kenal menempal pada tubuhnya, suara itu ternyata suara yang bersumber dari alat Rumah Sakit yang mendeteksi jantung pria itu. Ku dekati perlahan kakiku melangkah sedikit demi sedikit dan mataku terbelak, detak jantungku begitu cepat, kakiku seakan-akan lumpuh, tubuhku terjatuh lemas dihadapan pria itu dan ternyata pria itu..... Atthalah..... "Atthalah..... kamu kenapa???" Aku berteriak sekuat mungkin memanggilnya. Air mataku bercucuran membasahi pipiku dan aku bertanya ada apa dengan Atthalah, namun tak ada satu orangpun yang ku dapati. Dia adalah sosok pria yang selama ini aku tulis di dalam diaryku dan aku tak ingin kehilangannya. Aku merunduk dihadapannya memikirkan apa yang terjadi.
All Rights Reserved
#224
populer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Asmara Jingga (Tamat)
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Narasi patah hati
  • Antarātmā (On Going)
  • ngger adalah vandyku
  • tumbal gadis perwan
  • Misunderstand
  • selamat pagi cinta

BLURB! Ternyata dunia ini benar-benar sempit. Luka lama yang kukira sudah sembuh, datang lagi tanpa aba-aba. Namaku Anita, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan putriku, Audrey, sendirian. Aku pernah dikhianati dan kehilangan kepercayaan pada cinta, sampai dua pria datang bersamaan: satu dari masa lalu yang pernah menghancurkan, dan satu lagi yang menawarkan ketulusan baru. Kini aku harus memilih... Kembali pada cinta yang dulu melukai, atau membuka hati untuk yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines