kekuatan asa

kekuatan asa

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 15, 2018
kriiik.... kriiik.... kriiik.... sang surya telah menenggelamkan sinarnya, senja pun menyambut kedatangan malam, angin berhembus secara perlahan menghadirkan kesunyian dikegelapan mala. tersentak alunan panjang sang jangkrik berkicau berseru merayakan tanda kehadiran sang malam. gelap... sunyi.... sepi.... kuayunkan langkah kaki yang seakan tak kan pernah terhenti. kucoba tuk memejamkan mata sejenak sesekali menghela nafas panjang yang tak beraturan. akupun terhanyut dalam sebuah lamunan. kurebahkan tubuh ini seraya menikmati hari petang yang begitu melelahkan. kreeek.... kreeek.... kreeek.... terdengar suara pintu kamar yang secara perlahan terbuka. kucoba perlahan membuka mata, ibu pun menghampiri ibu "nak kamu belum tidur? " "belum bu" (sambil memandang rautnya yang terlihat lelah) ibu "kamu kenapa belum tidur?" "aku masih belum bisa tidur bu" ibu "kamu sudah makan" "sudah bu, tadi aku makan bareng adik-adik bu" (sambil kupandang matanya) "kenapa ayah tidak ingin pulang dan berkumpul dengan kita bu" ibu "mungkin lebaran nanti ayahmu akan pulang nak dan berkumpul lagi dengan kita" (sambil mengelus keningku) "apa ayah sudah tidak ingin berkumpul lagi dengan kita bu? " ibu "kamu jangan bilang begitu nak, ayahmu pasti akan pulang dan kita bisa berkumpul lagi seperti dulu, sekarang kamu tidur ya, besok kan kamu sekolah dan harus bantu ibu menyiapkan sarapan untuk adik-adikmu" "iya bu" ibupun meninggalkanku dari kamar tempat tidurku ku lihat sejenak betapa berat beban yang ibu tanggung, beliau harus bekerja keras setiap hari untuk mencari nafkah dan menghidupi kami, semenjak ayah pergi dari rumah ibu harus kerja keras demi masa depan kami. sampai saat ini akupun tak pernah tau alasan ayah meninggalkan kami. bersambung....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Judul standar - ^-^ "My Teddy Bear "
  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • nostalgia SMA kita
  • Five wishes! [SM Family]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Perjodohan (Zeesha)
  • dimana janji tersebut

Pagi begitu cerah dedaunan bergemuruh turun secara bersamaan! Semerbak yang begitu harum dan menawan matahari yang begitu terang menarangi seluruh alam semesta. Terlihat seorang gadis sedang berdiri tampak menghirup udara. "Hufffff! Sejuk sekali!? Awannya sangat cerah dan indah... " Ujar seorang gadis mungil nan cantik angun bak bidadari! Tapi secantik apapun dia dia tetap tidak diinginkan oleh sang orang tua! Kelahiran gadis itu membuat sang papa harus melawan orang tuanya sendiri nenek gadis tersebut dan harus kehilangan nyawa sang kakek semenjak gadis mungil tersebut dilahirkan. "Kalau kamu tidak menginginkan nya biar kan mama yang merawatnya sendiri! Seharusnya kalian bersyukur mempunyai gadis kecil ini! Dia tidak bersalah! Papa meninggal bukan dia penyebabnya tapi kalianlah... " Nenek emosi karna gadis kecil yang masih bayi di telentang begitu keras "Silahkan bawa saja dia dari sini! Aku tidak butuh anak pembawa sial ini bersama ku jika dia disini bisa menjadi malapetaka bagiku... " "Iya mama mau lihat semampu mana kamu sukses ketika menelantarkan anakmu! Demi wanita ini kamu rela membentak ibumu sendiri! Ketika kamu tidak tau arah jalan lagi jangan berharap kalian bisa bertemu kami lagi... " Sang mama (nenek) pergi dan membawa cucu bersama dengannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines