Dark Spaces Of Galaxies

Dark Spaces Of Galaxies

  • WpView
    Reads 2,721
  • WpVote
    Votes 177
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 23, 2018
"Gue suka sama lho" mata revan enggan menoleh ka arah reina Suasana semakin panas. Reina gugup. Mana mungkin temannya ini menaruh hati padanya. Reina mencoba untuk tenang dan bertanya. "Sejak kapan ? Sejak kapan perasaan kamu berubah ?" Reina bertanya kalut Saat pertanyaan itu terlontarkan pada revan, ketika itu revan mencoba menarik nafas dalam-dalam dan menjawab jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi. "Sejak senyum pertama yang lho ukir buat gue. Hal itu membuat hati gue gemetar. Dan sejak hari itu, gue ngerasa ada yang beda. Awalnya gue gak sadar. Tapiii....." Saat revan hendak melanjutkan tuahnya, mendadak pintu terhempas. Ruang kelas menggema. "Cukup !!" Muncul dua orang dari balik pintu kelas. Bima dan grace tiba-tiba menolak revan untuk terus melanjutkan pembicaraannya dengan reina. ~selamat membaca bagi pembaca setia DSoG (dark spaces of galaxies)~
All Rights Reserved
#410
bad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Why Did You Choose It?
  • Because I'm Stupid (End)
  • Misi Kalisa (End)
  • GASA [end]
  • ANGKASA ✔
  • COMPLICATED
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • REVANO UNTUK REVA

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines