Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
ELDANIKA
  • WpView
    Reads 959
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 12, 2018
"Aku belajar dari langit. Dia selalu bersedia menjadi tempat untuk bintang dan bulan selalu bersama, dia selalu bungkam bila bulan dan bintang sedang bersinar, dia tidak pernah marah sekalipun bintang dan bulan juga matahari pergi seenaknya. " Kamu bingung? Biar aku jelaskan secara perlahan tentang 'Langit' kepada mu. Tapi itu nanti, di saat Langit memang benar-benar setuju jika bintang dan bulan saling bersama. Aku kira kamu tidak bodoh. Tentang siapa tokoh yang berperan sebagai 'langit' Tentang siapa tokoh yang beruntung sekali bisa menjadi 'bulan' Tentang siapa tokoh istimewa yang membuat langit dan bulan selalu merebutkan 'bintang' Dan aku harap kalian bisa sejenak membaca kisah ini, gelak tawa akan mungkin atau tidak kalian rasakan, mari sama-sama menebak siapa yang harus merelakan dan siapa yang perlu bertahan
All Rights Reserved
#76
camerondallas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • langit biru
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • " BYE "
  • BULAN (END)
  • LANGIT
  • FILTER
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Because I'm Stupid (End)
  • calvin : langit dan bumi

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines