Story cover for ELDANIKA by bucinnyagatse
ELDANIKA
  • WpView
    Reads 945
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 945
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Apr 15, 2018
"Aku belajar dari langit. Dia selalu bersedia menjadi tempat untuk bintang dan bulan selalu bersama, dia selalu bungkam bila bulan dan bintang sedang bersinar, dia tidak pernah marah sekalipun bintang dan bulan juga matahari pergi seenaknya. "

Kamu bingung? Biar aku jelaskan secara perlahan tentang 'Langit' kepada mu. Tapi itu nanti, di saat Langit memang benar-benar setuju jika bintang dan bulan saling bersama.

Aku kira kamu tidak bodoh. Tentang siapa tokoh yang berperan sebagai 'langit' 

Tentang siapa tokoh yang beruntung sekali bisa menjadi 'bulan' 

Tentang siapa tokoh istimewa yang membuat langit dan bulan selalu merebutkan 'bintang'

Dan aku harap kalian bisa sejenak membaca kisah ini, gelak tawa akan mungkin atau tidak kalian rasakan, mari sama-sama menebak siapa yang harus merelakan dan siapa yang perlu bertahan
All Rights Reserved
Sign up to add ELDANIKA to your library and receive updates
or
#482camerondallas
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Pelangi untuk Hujan(on going)  cover
Photobox [ End ] cover
Epilog Tanpa Prolog cover
Because I'm Stupid (End) cover
LANGIT cover
FILTER cover
langit biru  cover
DESPERATE (COMPLETED) ✔ cover
Memories in Moon cover
𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭 cover

Pelangi untuk Hujan(on going)

16 parts Complete

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."