Semerdu Tangisan Bayi

Semerdu Tangisan Bayi

  • WpView
    Reads 69,924
  • WpVote
    Votes 3,055
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 18, 2021
Hatiku juga tak kalah hancur, ketika secara terus-menerus mendengar bisikan yang lama-lama membuat panas telinga. Apakah harus kerap menangis saat semua pergi? Dan lagi-lagi tak ada seorang pun yang mampu memahami itu. Tapi semakin aku terluka, semakin aku tahu sebesar itu aku mencintaimu. Jodoh memang takdir dari Tuhan, tapi meminta izin kepada keluarga untuk menerima pinangan lelaki yang sudah beristri.. adalah keputusan yang tak mudah. "Kalau bukan karena takdir yang mempertemukan, sungguh aku pun tak ingin seperti ini." [[~SEBAGIAN CERITA DIPRIVATE~]] ****** copyright©2018-All Rights Reserved
All Rights Reserved
#665
wedding
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One More Taste
  • SURGA UNTUK SARAH (SELESAI)√
  • IKHLAS (Lengkap Versi Wattpad)
  • Kesabaran Seorang Istri
  • I MISS YOU MOMMY
  • Dear, Pak Dosen
  • REGATHAN [END]
  • Kepingan Hati #ODOC_theWWG
  • PEKA
  • True Love [Completed✔]

Seperti namaku, faktanya aku adalah anak dari wanita kedua dalam hidup Ayah. Walau ibuku tetaplah satu-satunya istrinya sampai ia meregang nyawa. Tapi cinta Ayah tak pernah ada untuk ibu dan untukku, kemudian aku muak menjadi anaknya. ==Abimanyu Putra Respati== Mendiang ibuku memberi nama unik padaku. Berharap kelak aku akan berguna layaknya arti dari nama yang ia beri. Tetapi Ayah tak berpikir demikian. Ayah menginginkan anak laki-laki, ia bahkan berharap hal itu sebelum ia dan ibu menikah. Namun aku terlahir sebagai perempuan, dan itu merupakan salahku. ==Ariza Sativa== To be a parent. Bagaimana mereka bisa melakukannya, jika yang terkenang akan sosok orang tua hanyalah kebencian semata. Tapi Abi dan Riza membuktikannya, mereka bisa menjadi orang tua yang lebih baik dari yang bisa orang-orang bayangkan. Setelah terusir dan terluntah bersama, takdir seakan menertawakan keduanya. Bahwa Tuhan, masih senang memberi ujian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines