My Introvert Boy

My Introvert Boy

  • WpView
    Reads 218
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 23, 2018
"Bisakah kau benar-benar, benar-benar melihatku?" ujar Lesty dalam hati,ketika melihat Naren pergi tanpa melihat Lesty sedikitpun. Cinta tidak selalu berujung bahagia, cinta lebih sering membuatmu patah hati, terluka, bahkan meneteskan air mata. Pernahkah kamu mencintai seseorang yang tak pernah memalingkan wajahnya sedikit pun? Hati Lesty sakit berkeping keping. Walau demikian, Lesty selalu berdoa agar Naren bahagia, walaupun bukan dia yang menjadi alasan Naren bahagia. Ini cinta yang gila, tapi Lesty akan bertahan dan terus mencintai Naren sampai Naren benar benar mau menerima Lesty ke dalam hidupnya.
All Rights Reserved
#149
introvert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyimpan Rasa (END)
  • Naura & Lukanya
  • OUR STEP
  • STELLA (On Going)
  • A RECCURING PAST
  • always you
  • KIARILHAM【END】
  • Aku dan Kamu, Setelah Semua

"Aku baru sadar bahwa perasaanku sama Raisa lebih dari sekedar teman, tetapi apa Raisa juga merasakan hal yang sama?" Ujarku dalam benakku Saat itu aku mengajak Raisa ke taman kota dan kemudian aku mengajaknya bermain di sebuah ayunan, aku sangat bahagia saat melihat dia bahagia ketika dia besamaku. Namun seketika itu semua menjadi runtuh saat kedatangan seorang lelaki, dibalik kejauhan dia memperhatikan kami berdua dan kemudian tiba-tiba di memegang tangan Raisa dan mengajaknya pergi. "Sa" ungkapnya sembari memegang tangan Raisa "Kak Yudha, kok ada disini?" Tanya Raisa dan kemudian dia merampas tangan Raisa dari genggaman ku Aku kira cerita cinta masa SMA aku akan berlalu begitu saja, meski meninggalkan kenangan yang sedikit menyakitkan namun pula menyisakan banyak sisa-sisa kebahagiaan yang apabila aku terkenang maka akan membuat aku rindu akan masa-masa itu. Bukan hanya dengan cerita kala itu, namun juga orang-orang dalam kisah hidupku. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines