Pertemuan Terakhir

Pertemuan Terakhir

  • WpView
    Reads 1,535
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 3, 2023
Bermimpi menjadi manusia biasa. Hidup bergantung kepada orang. Cinta berkibar dimana mana. Kasih sayang bagaikan air terus mengalir. Hidup bagaikan Ratu disebuah istana. Tetapi, itu hanya ilustrasiku Hidupku seperti boneka Menjadi tumbal perbuatan mereka Hidupku berakhir dengan tragis Nyatanya aku menakutkan. Duniaku jauh dari kata terang. Kebencian dimana mana. Kepedihan terus mengalir. Hidupku bagaikan kuda yang harus kerja rodi. Dunia berputar hingga seorang gadis manis berjalan menuntunnya. Tetapi, apakah gadis itu sanggup? Ataukah dia akan meninggalkannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shivviness[END]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • REVANO UNTUK REVA
  • My Imagination : Love Without Problem
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Let Me Love You Longer
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • FIZYA
  • Become an Extra or Main Character [END]

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

More details
WpActionLinkContent Guidelines