Story cover for Kumahara by angelica21then
Kumahara
  • WpView
    LECTURES 63
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 3
  • WpView
    LECTURES 63
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 3
En cours d'écriture, Publié initialement avr. 17, 2018
"Kau dapat melewatiku
Karena kau lupa tentang diriku
Sampai kau ingat
Aku akan menunggumu"

-CALYA KUMARI TARA


"Aku tidak berpikir
 aku dapat menghapusnya
Karena kenangan ini terlalu sempurna
Untuk aku yang tidak sempurna"

-HARA CENDRIC

Kumari yang bersifat dingin dan jarang berbicara mempunyai cinta pertamanya yaitu Hara.

Hara yang merupakan teman masa kecil dan cinta pertama Kumari memiliki sifat yang lembut dengan senyuman manis yang selalu menghiasi wajah tampannya.

Karena kecelakaan yang menimpa hara, sehingga membuat nya kehilangan ingatan.

Bagaimana cara Kumari mengembalikan ingatan Hara, mengingat sekarang sifat Hara sama sepertinya. Ketus, dingin dan jarang berbicara itu?
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Kumahara à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Namanya Intan (TAMAT), écrit par PakBin23
30 chapitres Terminé
​Rahman telah menemukan kedamaian, dan nama kedamaian itu adalah Intan. Ia adalah jangkar yang menahan Rahman dari masa lalu gelapnya. Perjuangan Rahman untuk mendapatkan Intan sangat luar biasa, karena Rahman selalu terlihat grogi dan mati kutu ketika harus berhadapan dengan Intan. Meski begitu, Rahman tetap menjalani hari dengan kedamaian. Namun, kedamaian itu berumur pendek. ​Sosok misterius-dibantu oleh seorang penguasa underground sekolah, Bobby-muncul membawa sebuah dendam yang sekaligus mengancam keselamatan Ibu Rahman. ​Terpojok dan tidak berdaya, Rahman dipaksa membuat pilihan paling kejam: Memasang topeng pengkhianat dan menghancurkan hati Intan. Ia harus mengucapkan kata-kata perpisahan yang dingin, menjauhkan Intan dari bahaya, meskipun itu berarti kehilangan satu-satunya sumber cahayanya. ​"Aku sudah bosan! Kamu terlalu baik! Aku tidak suka! ​Kini, ia hidup dalam kesendirian, dibenci oleh orang yang paling ia cintai. ​Namun, permainan itu meningkat drastis ketika Intan diculik. ​Rahman harus berpacu dengan waktu menuju gedung tua yang sunyi, siap bertarung sendirian. Tetapi, kejutan pahit menantinya: Pertarungan ini tidak hanya melawannya Bobby, tetapi juga melawan orang-orang yang ia lihat setiap hari. ​Siapakah wajah-wajah yang berbalik menusuknya? ​Dipaksa bertarung di tengah pengkhianatan yang tak terbayangkan dan dibantu oleh sahabat-sahabat yang ternyata menyimpan rahasia besar, Rahman harus berjuang demi membebaskan Intan. ​Mampukah cinta mereka bertahan dari pengkhianatan yang dipaksakan? Dan mungkinkah ancaman Bobby tentang Ibunya bukan sekadar gertakan, melainkan kunci dari konspirasi yang jauh lebih besar? ​Temukan jawabannya di setiap halaman, sebelum rahasia itu menghancurkan segalanya. (Lanjutan cerita ini akan di upload setiap hari sepulang kerja 😅🤣 sekitar Ba'da Ashar, jangan sampai ketinggalan)
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Menyimpan Rasa (END) cover
MARSHA (END) cover
Cool Boy & Gadis Halu  cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Farra cover
SHS : Dia Untuk Aku cover
PEMERAN UTAMA season 1 cover
Namanya Intan (TAMAT) cover
Surat Cinta TAMAT (Asmara Dalam Rangkaian Kata) cover
Love Is Never Die cover

Menyimpan Rasa (END)

60 chapitres Terminé Contenu pour adultes

"Aku baru sadar bahwa perasaanku sama Raisa lebih dari sekedar teman, tetapi apa Raisa juga merasakan hal yang sama?" Ujarku dalam benakku Saat itu aku mengajak Raisa ke taman kota dan kemudian aku mengajaknya bermain di sebuah ayunan, aku sangat bahagia saat melihat dia bahagia ketika dia besamaku. Namun seketika itu semua menjadi runtuh saat kedatangan seorang lelaki, dibalik kejauhan dia memperhatikan kami berdua dan kemudian tiba-tiba di memegang tangan Raisa dan mengajaknya pergi. "Sa" ungkapnya sembari memegang tangan Raisa "Kak Yudha, kok ada disini?" Tanya Raisa dan kemudian dia merampas tangan Raisa dari genggaman ku Aku kira cerita cinta masa SMA aku akan berlalu begitu saja, meski meninggalkan kenangan yang sedikit menyakitkan namun pula menyisakan banyak sisa-sisa kebahagiaan yang apabila aku terkenang maka akan membuat aku rindu akan masa-masa itu. Bukan hanya dengan cerita kala itu, namun juga orang-orang dalam kisah hidupku. ***