Gadis yang sedang membaca novel di salah satu kursi panjang yang ada di taman itu membuatku berhenti melangkah seketika. Entah kenapa ia berhasil menghentikanku secara tidak langsung, aku merasa ia seperti magnet yang menyuruhku untuk berhenti. Cukup lama aku menatapnya, hingga ia tersadar jika sedari tadi ada seseorang yang sedang menatapnya. Ia menatapku, mata hazelnya yang sangat indah membuat nafasku berhenti dan jantungku berdetak keras. Aku merasakan sesak napas untuk sesaat, dan aku berpikir jika aku harus pergi saat itu juga agar gadis itu tidak mendengar jantungku yang berdetak keras.
~Arvind Blake
Aku menyukainya, dan banyak wanita-wanita yang juga menyukainya. Bagaimana tidak? Ia tampan, oh bahkan sangat tampan! Aku bahkan menyebutnya sebagai Dewa Yunani, terlihat melebihkan, tapi aku tidak peduli karena itulah faktanya. Tetapi, aku berusaha membuang perasaanku untuknya, karena tidak mungkin ia akan membalas perasaanku. Sampai suatu hari, aku mendapati ia sedang menatapku yang sedang membaca novel di taman. Aku kaget, tentu saja! Aku hanya bisa terdiam menatapnya. Oh Tuhan, ini seperti mimpi saja, bagaimana mungkin ia bisa menatapku? Seakan tersadar, ia beranjak pergi meninggalkan taman. Apakah ini memang hanya mimpiku saja? Apa aku terlalu mengharapkan yang lebih sehingga membuatku berhalusinasi?
~Carrelsa Finnerty
♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧♧
Hi guys! Ini cerita baru gw. So, nikmatin ceritanya ya😉 Oh ya, don't forget to vote and comment in my story!
Cerita ini gw bikin berdasarkan imajinasi gw sendiri, kalo ada kesalahan di cerita ini, kalian bisa comment supaya gw bisa memperbaikinya😊
Makasih yang udah baca, liebe dich😊💕
INI NOVEL ADULT ROMANCE 21+, JANGAN ASAL BACA BAGI KALIAN YANG BELUM CUKUP UMUR.
••••
"Mau nikah dulu, atau kawin dulu? saya bisa semuanya? Pilih saja Nadi."
••••
Nadine Savaira (24 tahun) memutuskan kabur sejauh-jauhnya setelah membatalkan pertunangannya secara sepihak.
Ia kemudian tinggal di sebuah desa yang begitu asri dan saling bergantung satu sama lain. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Nadi langsung bekerja sebagai pegawai Puskesmas disana.
Suatu hari Nadi ditugaskan ibu lurah untuk menyambut seorang dokter baru di kampung mereka. Dia dokter yang sangat tampan, berusia 29 tahun. Di pertemuan pertama, dia sudah membisikkan tepat di telinga Nadi, kata-kata yang membuat bulu kuduknya berdiri.
"Tertangkap Nadi"
Dia lelaki itu, mantan calon suaminya Nadi, pemilik tatapan yang sangat tajam. Dosa Nadi padanya adalah, Nadi kabur saat mereka akan menikah.
Dan sekarang lelaki itu tampaknya ingin membalas dendam atas masa lalu tidak menyenangkan itu.
Ikuti kelanjutan kisah Nadine Savaira, Barra Dominic Arnault, dan Ravindra Albaraq W.