Story cover for  Senior Arrogant [COMPLETED]  by Hollywooland
Senior Arrogant [COMPLETED]
  • WpView
    Reads 155,578
  • WpVote
    Votes 11,861
  • WpPart
    Parts 44
  • WpView
    Reads 155,578
  • WpVote
    Votes 11,861
  • WpPart
    Parts 44
Ongoing, First published Apr 17, 2018
Pria itu mencengkram erat leher seseorang yang ada di hadapan nya, "HARGA KEPALA LO JUGA GAK AKAN BISA NGEBAYAR JAKET GUE!" suara nyaring itu sukses membuat nya menjadi pusat perhatian. 

Banyak pasang mata yang memperhatikan kejadian ini dengan seksama. Pria itu tidak segan-segan menghadiahi sebuah pukulan kepada seseorang yang kini sudah terduduk di lantai dengan raut wajah sangat ketakutan. 

Sebut saja namanya. Reynand Achazia dia terkenal dengan ketampanan nya tidak sedikit wanita yang memuja nya bahkan ada yang terang-terangan menyatakan cinta kepada Reynand namun Reynand tidak pernah memperdulikan itu semua.

Reynand mengangkat tangan nya yang sudah terkepal kuat kemudian ia juruskan kepada seseorang yang sudah sangat gemetar ketakutan di bawah kakinya. Tapi entah apa yang mencegah lengan nya tiba-tiba ada seseorang yang menarik lengan nya. 

Reynand menoleh mendapati seorang gadis berkuncir kuda itu menahan lengan nya agar tidak memukul pria berkacamata itu. 

Reynand menyetakkan tangan nya membuat gadis itu sontak melapaskan nya begitu saja, kini tatap Reynand beralih kepada gadis yang telah mengusik nya pagi ini. 

"Lo siapa?" tanya Reynand datar. Tatap nya mengunci mata sang gadis. 

"Gue, manusia!" lanjut gadis itu tersenyum tak berdosa. 

Gadis itu membantu pria yang tengah terduduk di lantai kemudian meminta pria tersebut untuk segera pergi. 

Reynand mencengkram erat lengan nya hingga membuat gadis itu sedikit kesakitan.

"Awww lepas," gadis itu menyetakkan cengkraman Reynand darinya. 

Pengen tau kelanjutan nya yuk dibaca
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Senior Arrogant [COMPLETED] to your library and receive updates
or
#301arrogant
Content Guidelines
You may also like
Vericha Aflyn ✔️ by Icacty_
58 parts Complete
#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"
Fourple Of Love by PuputSitiFatimah
19 parts Complete
"Kenapa? Kenapa harus aku yang dia inginkan?" Leon menatap alexa dengan tatapan kecewa. "Aku mohon, mengertilah rak, biarkan dia bahagia. Meski harus berat untukmu." Alexa berusaha menahan genangan air mata di pelupuk matanya. "Ini bukan hanya tentangku, tapi tentang hatimu yang terkikis oleh pengorbananmu ra," leon melangkah menjauh mencoba meredam emosinya. "Tuhan tahu cara aku bahagia, mungkin ini adalah jalannya." Alexa memaksakan senyuman terbaiknya menghampiri leon. "Baiklah jika ini maumu ra, tapi dengan satu syarat," leon tersenyum miring membuat dahi alexa mengerut. "...." leon tampak puas dengan permintaannya. "Baiklah, asal kamu buatnya bahagia." Dan setetes air mata berhasil meluncur di pelupuk mata alexa. ******* "Tuhan tahu cara aku bahagia, mungkin ini jalanku untuk bahagia. Meski kulepas kau dalam genggamanku. Tapi percayalah, terlalu sulit hatiku menghapus namamu." -Alexandra brigytha andrea- "Kau terlalu baik ra, itulah mengapa kamu menjadi alasanku memperjuangkanmu dalam semua ujian ini. Sekuat apapun kau berkorban, kau tetaplah wanita. Hati kecilmu tak mudah membohongi rasaku ra." -Leonard bagaskara rahardi- *** "Aku suka dia al, mungkin dia bisa jadi penguatku buat berjuang lagi." "Kamu cantik, baik lagi. Makanya aku suka kamu." ********* "Maaf jika ada kesamaan kata-kata ataupun cerita. Karena saya pemula jadi mendapatkan inspirasi dari mana-mana. Itu hanya referensi dan saya tidak meng-copy." Ini cerita pertama ku, semoga banyak yang suka sama ceritanya meskipun ditulis sama penulis amartir...
Friendzone by Sabiimh
25 parts Complete
Copyright©2018 by Sabiimh Plagiat dilarang mendekat!! No copy my story!! Cape mikirnya. [Ini cerita pertamaku yang dibuat pada saat aku masih pemula, amatiran. Jadi mohon maaf karna banyak typo, dan alur suka gak jelas] **** Nama wanita itu, Ara, Aradila Wilson. Wajahnya tidak secantik wanita diluar sana. Hanya saja mata birunya membuat jantung para kaum adam selalu bergetar saat memandang bola mata indah itu. Tetapi, sikapnya yang mudah emosional membuatnya ditakuti banyak pria, dan hanya sedikit pria yang berani mendekatinya. Hanya ada satu pria yang bisa membuat emosi Ara menurun, dan terkadang juga membuat emosi Ara menaik akibatnya. Nama pria itu adalah Malik Adelardo Achilles. Pria itu juga tak setampan pria diluar sana. Hanya saja senyumannya ditambah dengan lesung pipinya membuat para kaum hawa tergila-gila saat melihat senyuman manis pria itu. Ada ribuan orang diluar sana yang menginginkan hubungan Malik dan Ara lebih dari sekedar teman. Namun, keduanya belum mau menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. Karena, takut sebuah hal buruk menimpa mereka, yang mengharuskan mereka berpisah dan menjadi orang asing. Mungkin juga, ada banyak orang diluar sana yang iri pada pertemanan mereka. Dan ingin memisahkan Ara dan Malik. Namun, keduanya tidak ambil pusing dengan para pengganggu itu. Mereka tetap bersama-sama dipenuhi dengan kebahagian, hingga akhirnya... Satu persatu masalah mulai berdatangan. Mampukah Ara dan Malik mempertahankan pertemanannya? Apakah mereka akan terus berada dalam zona pertemanan? Dan apa Ara dan Malik akan selamanya bersama-sama? ---- "Aku sudah melihat jutaan senja, tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana." -Malik Adelardo Achilles- "Aku baru sadar bahwa ada yang lebih indah dari senyummu. Yaitu, tawa kecilmu yang selalu aku rindukan saat kita duduk bersama menikmati indahnya senja." -Aradila Wilson- ---- #22 Nangis (6April2019) #9 Nangis (11April2019)
You may also like
Slide 1 of 10
Vericha Aflyn ✔️ cover
KANVARA  cover
Fourple Of Love cover
GADIS (Lengkap belum revisi) cover
[Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT] cover
K.A.V cover
AFIKA [ END✔ ] cover
Friendzone cover
Masa SMA [Completed] cover
Atrapado [Completed] cover

Vericha Aflyn ✔️

58 parts Complete

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"