Senior Arrogant [COMPLETED]

Senior Arrogant [COMPLETED]

  • WpView
    MGA BUMASA 155,681
  • WpVote
    Mga Boto 11,867
  • WpPart
    Mga Parte 44
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Apr 20, 2019
Pria itu mencengkram erat leher seseorang yang ada di hadapan nya, "HARGA KEPALA LO JUGA GAK AKAN BISA NGEBAYAR JAKET GUE!" suara nyaring itu sukses membuat nya menjadi pusat perhatian. Banyak pasang mata yang memperhatikan kejadian ini dengan seksama. Pria itu tidak segan-segan menghadiahi sebuah pukulan kepada seseorang yang kini sudah terduduk di lantai dengan raut wajah sangat ketakutan. Sebut saja namanya. Reynand Achazia dia terkenal dengan ketampanan nya tidak sedikit wanita yang memuja nya bahkan ada yang terang-terangan menyatakan cinta kepada Reynand namun Reynand tidak pernah memperdulikan itu semua. Reynand mengangkat tangan nya yang sudah terkepal kuat kemudian ia juruskan kepada seseorang yang sudah sangat gemetar ketakutan di bawah kakinya. Tapi entah apa yang mencegah lengan nya tiba-tiba ada seseorang yang menarik lengan nya. Reynand menoleh mendapati seorang gadis berkuncir kuda itu menahan lengan nya agar tidak memukul pria berkacamata itu. Reynand menyetakkan tangan nya membuat gadis itu sontak melapaskan nya begitu saja, kini tatap Reynand beralih kepada gadis yang telah mengusik nya pagi ini. "Lo siapa?" tanya Reynand datar. Tatap nya mengunci mata sang gadis. "Gue, manusia!" lanjut gadis itu tersenyum tak berdosa. Gadis itu membantu pria yang tengah terduduk di lantai kemudian meminta pria tersebut untuk segera pergi. Reynand mencengkram erat lengan nya hingga membuat gadis itu sedikit kesakitan. "Awww lepas," gadis itu menyetakkan cengkraman Reynand darinya. Pengen tau kelanjutan nya yuk dibaca
All Rights Reserved
#582
lalisa
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • AFIKA [ END✔ ]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Aderaga [ON GOING]
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • K.A.V
  • Just Dream with you
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Masa SMA [Completed]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman