We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
kiss in the trap

kiss in the trap

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Hidup itu pilihan. Terkadang kita memilih yang benar dan terkadang kita juga memilih yang salah. Tapi ketika kita ditujukan kepada pilihan yang salah, itu tidak boleh membuat kita menyerah. Itu artinya, kita mampu memperbaiki kesalahan dan tak akan mengulanginya untuk kesekian kali. Pria pertama yang masuk ke dalam hatiku adalah pilihan yang salah. Memang setiap orang menyadari kesalahannya di akhir cerita dan membentuk suatu kekecewaan. Itu makanya banyak orang mengatakan "penyesalan selalu datang terlambat" Untuk itu, mampukah aku melupakannya dan menerima orang lain? Warning!! Cerita ini hanya imajinasi belaka.
All Rights Reserved
#3
entertain
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Cinta Dalam Diam
  • 🌸SECRET🌸
  • As Time Allows
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Sincere
  • April, Rasa & Cerita kacang rebus
  • Maaf✓
  • You Are the One
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines