Story cover for Ribet ? by Dp_Sarita
Ribet ?
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Apr 18, 2018
"Aaa.. aku.. su.. ka.. ma kamu! " pekik gadis itu dihadapan orang-orang yang menatap mereka seperti pertunjukan drama.
"oh" sahut lelaki itu seraya kembali asik membaca buku yang begitu tebal
"Kamu mau jadi pacar Aku?"
Brak... Suara buku menutup secara tiba-tiba
"Iya,"
Senyum disertai merah padam wajah gadis itu mendengar suara laki-laki dihadapannya
"Tapi, dulu"
Jleb.. Sakit sakit sakit
"kamu janji sama aku bahwa kamu bakal mencintai aku apapun yang terjadi"
"Dan lo percaya?" balasnya dengan suara dingin
"Ta.. pi..  aku ngelakuin itu karena kamu" suara gadis itu yang semakin serak menahan air mata
"Ya, sudah pegang  saja janji gue dengan semua harapan bodoh lo itu, karena lo bukan siapa-siapa gue lagi" seraya pergi meninggalkan gadis yang menangis dihadapannya. 
Melihat lelaki dihadapannya,mulai pergi menjauh dan menghilang di lorong kampus. Terdengar lengkingan dari gadis itu "Ribet banget buat suka sama lo, apalagi ngajak lo pacaran!"


DON'T COPPY MY STORY
All Rights Reserved
Sign up to add Ribet ? to your library and receive updates
or
#199ceritasma
Content Guidelines
You may also like
FRIENDzone (Completed) by YayuYatimah
47 parts Complete
Awalnya memang teman biasa, Namun tiba-tiba datang rasa cinta. Namun hanya salah satu saja yang dihati merasakan cinta. Awalnya memang tidak ada rasa, Namun akhirnya ada rasa yang istimewa. Namun salah satunya hanya masih ingin tetap jadi TEMAN saja. Menjadi teman yang akrab rasanya tidak cukup, tak rela rasanya jika si dia akhirnya bersama orang lain. Diri ini yang harusnya menjadi jodohnya. Seolah ia tau apa yang kita harapkan, Namun ia tak pernah mau menjelaskannya. Seolah semua ini memang tidak apa-apa, tetap berteman bersahabat saja. Cinta memang tidak tau datangnya, entah itu sahabat. Namun memang kita tidak bisa memaksa orang lain mencintai kita. Berharap ada kesadaran hati darinya, keterbukaan darinya. Agar diri tak sekedar dijadikan teman saja. Masih menanti kepastian, namun memang rasanya makin sesak hati. Takut berharap terlalu tinggi, takut lebih sakit hati lagi. Terkadang memang pertemanan atau persahabatan menjadi ada yang mengganjal dihati, saat diantaranya tumbuh asmara disatu sisi. Mungkin hanya akan tetap jadi teman seperti biasa, kecuali akhirnya hatinya saling tergerak untuk mau bersama jadi jodoh juga. ___ Ini kisah cinta tak berbalas, Cinta sendirian. Dimana cinta ini hanya menyakiti dia yang mencintai, bukan cinta sempurna terlebih abadi. Karena ini bukan romansa remaja. Ini kisah perjuangan gadis sederhana, yang berharap setiap kebangkitannya dari kegagalan bisa menemui keberhasilan. namun, kegagalan menyambut. Ini kisah series semua asmara sang Gadis. INI KISAHKU ... "Jangan memandang orang dengan rendah kecuali kamu ingin menolongnya untuk bangkit." Shopia Andini. "Cintai apapun yang ada didunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi." Wildan Pratama. "Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu." Yayu Yatimah. --- Real My Imagination YayuYatimah. On Published: AGUSTUS 2018 Completed : MEI 2019
Capricorn by Baperterussss
11 parts Ongoing
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
You may also like
Slide 1 of 9
You Are My Destiny cover
Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤] cover
FRIENDzone (Completed) cover
Destiny said. {BERSAMBUNG} cover
Because I'm Stupid (End) cover
Capricorn cover
Arsyilazka cover
180° [END] cover
AL - TA [END] cover

You Are My Destiny

20 parts Complete

Entah ini memang sudah menjadi nasibnya atau bukan. Pricilla Ester Tan. Gadis yang mengorbankan perasaannya dan merelakan orang yang dicintainya untuk bahagia dengan sahabatnya sendiri. Dia pikir, dia akan bahagia dengan orang yang baru saja disayanginya saat dia masuk SMA. Tapi ternyata dia lagi dan lagi harus mengorbankan perasaanya dan merelakan orang yang baru ia sayangi bahagia dengan sahabatnya. Saat SMP dia menolak cinta pertamanya dengan alasan dia ingin sahabatnya bahagia. Maka dia memohon kepada cinta pertamanya itu untuk memacari sahabatnya sendiri. Tapi dia percaya bahwa apa yang dia perbuat akan berbuah manis. 'Karena gue percaya kalo gue sama lo berjodoh, kita akan di takdirkan bersama.' - Pricilla 'Dan sekarang, gue juga mulai akan percaya sama hal itu.' - Keano