Violetta & Gevin

Violetta & Gevin

  • WpView
    Reads 405
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2020
[ DILARANG COPY PASTE ] Setelah merasa jatuh cinta selama kurang lebih satu setengah tahun. Gevin pindah sekolah keluar kota mengikuti orang tuanya yang memiliki urusan pekerjaan disana. Selang berjalannya waktu, perasaan ku pun mulai memudar dengan pindahnya Gevin ke luar kota. Setelah sekian lama perasaan ku menghilang, aku kembali bertemu dengan Gevin pada saat kami mendatangi acara Seminar Besar Internasional di Jerman,ya tepatnya di kampus Gevin. Violetta Anggraini ...... Pintar,menjadi pusat perhatian disekolah,mempunyai banyak prestasi di bidang academy, sejak dari SD hingga SMA. Lulus dari SMP ternama dengan nilai UN yang sangat memuaskan merupakan sebuah kebanggan sendiri bagiku maupun orang tuaku. Hal ini membuat ku masuk ke SMA dengan mudah tanpa melalui rangkaian Tes masuk. Sekarang saatnya bagiku untuk mempersiapkan diri sebagai murid Sekolah Menengah Atas. Deera ...... Anak nya yg kepedean,paling pintar nasehati orang,galak tapi baik,baperan. Erma ...... Anaknya baper,ngeselin,baik,garing kadang. Gevin ....... Dia bukan cowok yang cool disekolah,bukan pula yang suka cari ketenaran sama kakak kelas maupun adek kelas nya,dia orangnya humoris,meskipun wajah nya tampan tapi dia bukan tipikal cowok yang suka cari sensasi.
All Rights Reserved
#37
gevin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines