Until we meet again

Until we meet again

  • WpView
    Reads 282
  • WpVote
    Mga Boto 28
  • WpPart
    Mga Parte 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, May 23, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
|| DON'T COPY MY STORY || Layla, wanita berumur 24 tahun bertemu kembali dengan sahabat dari kecilnya, namanya Dean. 10 tahun yang lalu, mereka berpisah karena ada keadaan yang membuat mereka seperti itu. Tetapi, hari-hari yang dilewati Layla tanpa Dean tidak berjalan mulus. Sampai akhirnya, ia bertekad untuk kembali ke kampung halamannya, New York, seorang diri. Selama 10 tahun ini, Layla berusaha untuk melupakan perasaanya dulu terhadap Dean. Namun, tuhan tidak membiarkan hal itu terjadi. Tuhan kembali mempersatukan mereka kembali dengan keadaan yang berbeda. Apakah hari-hari Layla akan kembali mulus seperti dulu? atau Layla akan semakin tersakiti karena Dean?
All Rights Reserved
#21
lies
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Stolen Before Fallen
  • Froid Boy
  • Be My Lover [END]
  • Resonansi
  • The Sky Before Secrets
  • Behind You!
  • Sister or More
  • Nothing Special

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman