Zoya
  • WpView
    Reads 166,389
  • WpVote
    Votes 23,295
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
[SELESAI] Zoya Raizel Bakri. Zoya, begitu aku dipanggil. Wow, siapa yang tak kenal diriku? Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi mereka lebih mengenalku sebagai tangan kematian. Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi aku membenci Tuhan. Jika kamu mengatakan aku adalah malaikat penyelamat maka aku akan tertawa. Nyatanya aku adalah malaikat kematian. Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi Tuhan tak pernah ada dalam diriku. Kuingin dengan tanganku memberikan kehidupan tapi malah membinasakan. Tuhan itu Maha Mendengar? Maka dengarkanlah aku, Tuhan! Aku membencimu. Amat sangat membencimu. Namun, aku tertegun ketika uluran tangan kecil menunjuk tepat padaku dan mengatakan bahwa dia melihat sosok bidadari surga dalam diriku.
All Rights Reserved
#348
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Menemukan Cinta Allah [END]
  • Lathifa [END]
  • Assalamu'alaikum My Wife [END]
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Eternal Love Of Dream [End]
  • Mazoya Ananta
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]
  • AZALEA

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines