Zoya
  • WpView
    Reads 166,389
  • WpVote
    Votes 23,295
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
[SELESAI] Zoya Raizel Bakri. Zoya, begitu aku dipanggil. Wow, siapa yang tak kenal diriku? Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi mereka lebih mengenalku sebagai tangan kematian. Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi aku membenci Tuhan. Jika kamu mengatakan aku adalah malaikat penyelamat maka aku akan tertawa. Nyatanya aku adalah malaikat kematian. Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi Tuhan tak pernah ada dalam diriku. Kuingin dengan tanganku memberikan kehidupan tapi malah membinasakan. Tuhan itu Maha Mendengar? Maka dengarkanlah aku, Tuhan! Aku membencimu. Amat sangat membencimu. Namun, aku tertegun ketika uluran tangan kecil menunjuk tepat padaku dan mengatakan bahwa dia melihat sosok bidadari surga dalam diriku.
All Rights Reserved
#348
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Assalamu'alaikum Cinta [END]
  • After Meet You [ REVISI SELESAI ]
  • Sinar Cinta Hulya
  • Kekasih Surga [REVISI]
  • cinta tulus arka
  • AZALEA
  • Assalamu'alaikum My Wife [END]
  • Eternal Love Of Dream [End]
  • Ajari Aku. Mencintai Kamu Dalam Islam

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines