Zoya
  • WpView
    Membaca 166,405
  • WpVote
    Vote 23,295
  • WpPart
    Bab 29
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 9, 2020
[SELESAI] Zoya Raizel Bakri. Zoya, begitu aku dipanggil. Wow, siapa yang tak kenal diriku? Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi mereka lebih mengenalku sebagai tangan kematian. Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi aku membenci Tuhan. Jika kamu mengatakan aku adalah malaikat penyelamat maka aku akan tertawa. Nyatanya aku adalah malaikat kematian. Aku adalah bagian dari tangan Tuhan tapi Tuhan tak pernah ada dalam diriku. Kuingin dengan tanganku memberikan kehidupan tapi malah membinasakan. Tuhan itu Maha Mendengar? Maka dengarkanlah aku, Tuhan! Aku membencimu. Amat sangat membencimu. Namun, aku tertegun ketika uluran tangan kecil menunjuk tepat padaku dan mengatakan bahwa dia melihat sosok bidadari surga dalam diriku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#361
dokter
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Eternal Love Of Dream [End]
  • cinta tulus arka
  • Mazoya Ananta
  • Sinar Cinta Hulya
  • IzinkanKu Untuk MelupakanMu [COMPLETED]
  • Solawat Cinta ✔
  • Menemukan Cinta Allah [END]
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Assalamu'alaikum Cinta [END]

𝐒𝐄𝐋𝐄𝐒𝐀𝐈 [𝐏𝐀𝐑𝐓 𝐋𝐄𝐍𝐆𝐊𝐀𝐏] [𝗦𝗽𝗶𝗿𝗶𝘁𝘂𝗮𝗹-𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲] 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗮𝗸𝘂𝗻 𝘄𝗮𝘁𝘁𝗽𝗮𝗱𝗸𝘂:) ⚠️𝗗𝗜𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧⚠️ •••• Aku hanyalah perempuan biasa yang sedikit mengerti tentang Agama. Bahkan, bisa membaca Al-Qur'an saja, diriku bersyukur tak terkira. Aku memang sederhana, tak pandai bergaya, apalagi memamerkan keindahan wajah yang putih dan bersih seperti perempuan diluar sana. Akan tetapi, saat mengenalnya aku merasa aku mengagumi dirinya. Namun, aku tau diriku tak layak bila disandingkan dengannya. Dia adalah sosok yang begitu mapan, baik akhlak maupun tutur bahasanya. Dirinya seorang Hafidz Qur'an. Bahkan disegani banyak orang. Sedangkan diriku, hanya perempuan biasa. Daripada dia yang jelas mengerti Ilmu Agama. "Aku akan mengkhitbahmu," katanya berhasil membuatku mendongak seketika. "Kak maaf, tapi aku-" "Aku akan datang nanti malam," lanjutnya yang menimbulkan gejolak dalam dadaku. "Maaf Kak, tapi aku tidak pantas untuk Kakak. Aku hanya perempuan biasa yang tak pandai beragama. Bahkan Kakak tau itu, aku bisa membaca Al-Qur'an saja bersyukur Kak. Sedangkan Kakak, seorang Hafidz Qur'an, bahkan disegani banyak orang. Maaf, aku tidak pantas untuk Kakak, permisi. Wassalamu'alaikum." •••• #penasaran? Langsung cek ya:) Start : 30 Januari 2021 End : 08 Mei 2021 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗠𝗨𝗥𝗡𝗜 𝗔𝗦𝗟𝗜 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗣𝗘𝗠𝗜𝗞𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗡𝗗𝗜𝗥𝗜. © Images from pinterest

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan