FriendZone

FriendZone

  • WpView
    Reads 682
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 5, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Masa remaja memanglah masa yang tak luput dari "CINTA" kadang sih banyak yang bilang cinta anak SMA itu"cinta monyet". Malah terkadang kalo kita gapunya pacar dibilangnya Jones. Memiliki pasangan sepertinya memang menyenangkan. Kita bisa dapatkan kasih sayang lebih,perhatian,atau sekedar bertukar pikiran. Tapi faktanya jika kalian sudah berani "JATUH CINTA" juga harus siap merasakan "SAKIT HATI". Apalagi masa masa SMA seperti ini. Cinta sih boleh tapi jangan sampai terobsesi hingga lupa segalanya 🚩 Lalu gimana kalo anak SMA terjebak friendzone yah? Yuk jangan lupa add dan simpan di pustaka kalian supaya kalian tidak ketinggalan update cerita terbaru:) Yuk baca cerita pendek karangan najla😉seru dan bikin baper💯
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Ami Saputri Wijaya
  • 🎀Sahabat Jadi Cinta🎀
  • Friendzone | END |
  • OUR; Highschool Last Year [COMPLETED]
  • Derita Menjadi Ketua Kelas
  • Second Sign

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines