Story cover for ECCEDENTESIAST - How do I Explain This Feeling?  by indeeraddict
ECCEDENTESIAST - How do I Explain This Feeling?
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 19, 2018
Eccedentesiast adalah sebuah sebutan untuk orang-orang terhebat yang berhasil menyembunyikan segala rasa sakit yang dialaminya dengan senyumannya. 

Munafik? Bukan. Dia hanya mencoba melupakan apa yang dia rasakan, apa yang membuat dia tertekan, dan apa yang ia takutkan. 

Apa yang dia takutkan? 
Dia takut dilupakan, dia takut ditinggalkan, dan semuanya memang terjadi. 

Senyum yang ia tabur setiap harinya bukan sekedar kamuflase semata, melainkan upaya dia bertahan menjalani hidup saat semua orang menjauh, saat dunia menjauhinya. 

Lily, seorang gadis (terlambat) dewasa yang (terlambat) mengerti semuanya, semua balasan dari apa yang dia tabur dengan sepenuh hati.

Ia baru mengerti mengapa petani tomat selalu merugi setiap kali mereka panen. Mengapa masih ada saja tomat yang tidak tumbuh dengan baik? 

Itu karena, tomat, walaupun dia hidup dari apa yang petani itu berikan dengan sepenuh hati, belum tentu ia gunakan seluruhnya. Belum tentu bibit tomat itu akan mengambil segala nutrisi yang diberikan petani. Karena tidak ada yang mengetahuinya, selain tomat itu sendiri dan Tuhan, penciptanya. 

Begitupula dengan Manusia.


©indeeraddict2018
All Rights Reserved
Sign up to add ECCEDENTESIAST - How do I Explain This Feeling? to your library and receive updates
or
#5eccedentesiast
Content Guidelines
You may also like
ABLUVION {COMPLETED} by duniaoyenn
25 parts Complete
ABLUVION {COMPLETED} Sedih, marah,kecewa, kesal atau mungkin BAHAGIAA?? Hahaha... itu rasanya terdengar sangat-sangat konyol di telinganya. Mengingat takdir sepertinya tak sepenuhnya menyukainya. Buktinya gadis dengan manik birunya itu harus menelan pahit kenyataan hidupnya yang berubah 180 derajat. Cacian, tamparan bahkan pukulan sekaligus menjadi hal yang rumlah di dapati olehnya. Lelah? Tentu saja Bukan hanya fisiknya yang tersakiti, namun hati dan mentalnya lah yang lebih parah tersakiti. Tapi dengan bodohnya, ia tetap memilih untuk bungkam. Walaupun kenyataannya ia tahu bahwa semakin ia bungkam, maka semakin menipis harapannya untuk mendapatkan kebahagiaanya kembali. Hingga takdir mungkin sedikit berbela sungkawan dengan nasibnya. Membuat mereka akhirnya dipertemukan. Entah apa sebenarnya tujuan mereka di pertemukan. Entah untuk membawa kebahgiaan atau malah kian menambah luka?? Tapi ia bertindak dengan acuhnya, toh yang pasti saat ini ia merasa begitu yakin bahwa pria yang Tuhan kirim dapat membantunya untuk melihat kembali sepercik cahaya. Namun tak ayal, takdir memang terlihat begitu lihai mempermainkan kehidupan. Takdir yang membawa ia dekat dengan harapannya, namun takdir jugalah yang membuatnya jatuh untuk kesekian kalinya. Ketika sebuah kebahagiaan terlihat mendekatinya, namun naas. Kenyataannya, kebahagiaan yang ia lihat hanyalah sebuah ilusi semata. Karena tanpa ia sadari, ia tetap berjalan di atas percikan kaca-kaca. Berjalan menuju kehancuran. Berjalan menuju akhirnya. Hingga sampailah ia di garis finishnya. DON'T COPY PASTE OKAYY!!!!!!! Thanks guys❤📍
You may also like
Slide 1 of 10
Cahaya [COMPLETED] cover
ECCEDENTESIAST (COMPLETED) cover
SCHOOL DEATH (END) cover
Endless Summer [TAHAP REVISI] cover
Hai, Lim Hyunsik [√] cover
ABLUVION {COMPLETED} cover
ALFAZURA[SUDAH TERBIT] cover
Breathe cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
Eccedentesiast cover

Cahaya [COMPLETED]

80 parts Complete

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018