Nostalgia Cinta

Nostalgia Cinta

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 21, 2018
Cathleen Gilbert seorang wanita cantik nan mempesona dari Keluarga Gilbert.Usianya yang menginjak 22 tahun yang kini sedang duduk diUniversitas Negeri ternama di Italia,Tentu itu bukanlah perjalanan yang mudah bagi Cathleen untuk bisa disekolah disana.Memang sejak kecil dia mempunyai prestasi yang tinggi bahkan nilainya saja diatas rata rata teman lainnya,jadi tak heran bila dia bisa bersekolah disana. Namun dibalik otak cemerlangnya itu tersimpan cerita hati yang kelam diimana dia bertemu seseorang yang bisa menyentuh hatinya itu.Ya dia William Middleton seorang Pria Tampan dan tentunya dari keluarga berada.Hingga saat itu Cathlenn dan William mempunyai hubungan yang khusus,Tapi cinta mereka tak bertahan lama,Kenapa?Yuk baca ceritanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tulip
  • FRIENDzone (Completed)
  • [COMPLETE] MASK: Love and The Secret of Life
  • cinta tak pernah padam
  • Dear Senja
  • First Kiss fall in love
Tulip

Tobi seorang mahasiswa psikologi yang bercita-cita menjadi psikiater handal dan Tulip gadis cantik seorang karbol air force academy dipertemukan di sebuah kafe yang menjadi cikal bakal sejarah cinta mereka. Perbedaan sistem pendidikan membuat kisah cintanya harus berjalan LDR, menanti momen bahagia ketika dapat melihat wajah riang dan senyum manis di pipinya. Penantian yang tak berujung dari romantika yang begitu di dambakan, Harmonisasi kebahagian dari senyum di ujung pipinya dan rona merah saat dirinya tersipu. Berharap semua berjalan sesuai ekspetasi dari situasi yang telah di telan bumi. Aku dan dia dari sejarah cinta tanpa kepastian. Bersikukuh untuk mencintai dia yang telah tiada walau ku tahu terus mencintaimu adalah patah hati yang aku ciptakan sendiri. Aku tahu hatiku tak akan pernah sama lagi, tapi aku akan baik-baik saja. Terima kasih telah menabur benih kebahagiaan dalam hidupku, terima kasih karena telah menjadi alasanku untuk berjuang. Semua momen ini membuatku yakin bahwa pertemuanku dengannya bukanlah kebetulan melainkan takdir Tuhan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines