We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Terik dan Hujan

Terik dan Hujan

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 27, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Langit biru berubah menjadi merah. Saat itu, sebuah cerita terukir di langit sore. Dua pasang mata yang sama-sama melihat senja, diiringi alunan musik pemecah hening di bus yang mengantarkan ke tempat tujuan masing-masing. Karena, tujuan dua individu itu belum sama, hanya cakapan singkat saat senja hadir sampai pudar ditelan malam. Ada individu yang bisa melihat wajahnya bersinar di bawah terik matahari lalu, ada pula individu yang menaruh rasa kepada penumpang bus kota yang tidak tahu siapa dirinya, hanya merasakan kehadirannya dengan sentuhan suara langkah kaki kepergian ke tempat keberadaannya. Saat itu, senja tak lagi sama, sudah pudar dan menghilang. Digantikan malam derasnya rintik hujan yang setia menunggu pagi tiba. Memang, sulit dideskripsikan karena itu tentang mereka. Jika penasaran dengan ceritanya, baca saja, dengan begitu bisa mengenal lalu menyukainya.
All Rights Reserved
#524
bahasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TANPA KATA
  • MAURAKA [Completed]
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • Sisi Lain Langit Senja
  • ALBIRU
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Langit Artharendra
  • Bay-Yu [SELESAI]

Langit senja di atas kota itu selalu menghadirkan perasaan yang sulit diterjemahkan. Seperti kanvas yang tak pernah usai dicat, berubah dari biru lembut menjadi jingga hangat, sebelum akhirnya tenggelam dalam kegelapan malam. Bagi Alaric, senja selalu menjadi pengingat akan sesuatu yang tak pernah tuntas, sebuah kata yang terhenti di ujung bibir, sebuah perasaan yang tertahan di sudut hati. Namun, hari ini berbeda. Senja kali ini datang membawa bisikkan yang tak biasa, seakan-akan langit itu sendiri tahu sesuatu yang ia tak mengerti. Di sudut taman yang hampir sepi, Alaric duduk di bangku yang sama. Dia selalu datang ke sini setiap hari, menatap langit yang berubah perlahan, mencari jawaban yang tak pernah datang. Di tempat yang sama, delapan tahun lalu, ia pernah bertemu seseorang yang tak pernah Ia sangka akan begitu mengubah hidupnya. Seorang perempuan yang hanya singgah sesaat, namun meninggalkan jejak yang tak mampu terhapus waktu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines