Serayu
  • WpView
    Reads 21,569
  • WpVote
    Votes 741
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 26, 2024
Sejak kecil ketika melihat teman-temannya diantar ke sekolah oleh orang tua, memakan masakan Ibu ketika di rumah. Atau ketika temannya dimarahi saat malas pergi mengaji. Diam-diam Sera iri, ingin merasakannya juga. Dalam beberapa momen penting seperti, Sera sudah bisa mengkatamkan Al-Qur'an untuk pertama kali, Sera lulus sekolah dan memenangkan lomba. Sera melewatinya sendirian. Ditengah-tengah menikmati indahnya perasaan melewati beberapa hal dalam hidup sendirian, Sera bertemu Yuda. Sosok Elang yang sayapnya juga patah karena orang tua. "Terima kasih, ya. Sejak ketemu kamu hari-hari aku jauh lebih berwarna." suatu hari Yuda mengatakan itu pada Sera. Tanpa tahu jika hari-hari Sera juga jauh lebih berwarna karena bertemu sosok seperti Yuda. [ ChickLit-Spiritual, Romance] © Amazing cover by tokohfiksi_ © Ayasovia
All Rights Reserved
#131
pershabatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • AILAH(END)✅
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • ANASTORY [END]
  • ALVIN (On Going)
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • DeaSea
  • Ayesha Transmigration
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines