My Barista Boy(Friend)

My Barista Boy(Friend)

  • WpView
    LECTURAS 98,326
  • WpVote
    Votos 5,048
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadConcluida sáb, jul 28, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
[ COMPLETED ] #403 in teenlit [17-05-2018] #132 in teenlit [22-05-2018] #1 in barista [14-07-2018] "Kalau sudah jodoh, meski dari sudut yang berbeda, mereka akan bertemu." Cafe itu terbuka lagi, perasaan ini terasa bercampur aduk menjadi satu. Althifa Farihan Wirda, seorang cewek yang baru saja menduduki kelas 2 SMA, seorang cewek yang selalu menunggu seseorang yang disukainya kembali. Althifa memesan satu kopi yang sepertinya menu baru, pelanggan disini juga baru Althifa. Seorang pelayan membawa kopi yang dipesan oleh Althifa, wanginya saja berhasil membuat tubuh menjadi santai, Althifa segera mencobanya dan alhasil rasanya beban yang ditanggung Althifa selama ini hanyut begitu saja. "Kenapa mba? Kopi baru buatan saya udah jadi kopi favorite mba belum?" tanya seorang cowok dari arah belakang dengan celemek berwarna coklat dan tertulis di name tag nya "Adelard Zoe Radmilo". "Adelard," gumam Althifa yang matanya sudah mulai berkaca-kaca jika tidak ditahan mungkin air matanya akan keluar. "Yo." ucapnya. Adelard tersenyum namun, senyumnya saat itu berbeda dengan senyum yang dimiliki nya saat 3 tahun yang lalu. Start : 12 Mei 2018 End : 21 Juli 2018
Todos los derechos reservados
#1
cofee
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Perfect uncle ✓
  • My Possesive Boyfriend
  • My Cold Husband (KeVio) [COMPLETED]
  • Gue, Matcha dan si Mantan Stalker
  • GIMME LOVE [TERBIT]
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Coffe latte ✔

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido