Chotulla

Chotulla

  • WpView
    LECTURES 40
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadTerminé jeu., mai 3, 2018
5 tahun yang lalu, aku mengenalmu lewat telepon salah alamat, dan tak pernah terbayang akan menjadi satu cerita luar biasa dalam hidupku.. Saat berkenalan dan memutuskan bertemu, masih juga tak pernah terlintas di benakku, untuk menjalani hubungan dengan kekasih orang lain.. Itu bukan aku, bukan inginku, untuk berbahagia diatas derita wanita manapun. Aku wanita yang masih punya hati dan sangat mengenal seperti apa rasanya sakit dibohongi.. Setelah pertemuan kita, ada rasa yang berbeda kurasakan, setiap dering telepon masuk, slalu saja kuberharap itu darimu. Aku jatuh hati saat pertama bertemu, ketampanan wajahmu, mengalihkan duniaku. Perhatianmu, bentuk cinta yang terindah yang pernah kurasakan dalam hidupku. Yuk baca langsung aja, jangan lupa komen yaa. Follow ig; @story.lidyasasi @lidyasasi_
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Teenager Symphony
  • RANNA
  • Dear Fenly || Un1ty
  • Love Circle
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • You're Here, But Not For Me
  • Cahaya Dirimu
  • Mahligai Sunyi
  • Kamu [SELESAI]✔

"To : Z From: Me Terimakasih sudah datang, terimakasih sudah membuatku jatuh hati. Aku pernah bahagia karena Tuhan telah mempertemukanku denganmu dan tak pernah terlintas penyesalan atas itu. Kita adalah sebuah kebetulan yang entah bagaimana caranya bisa menjadi bahagia. Sesuatu yang tak di sangka-sangka sebelumnya namun bisa bertahan begitu lama. Sekeras apapun aku mencari, logikaku tak akan pernah mampu menemukan jawabannya. Mungkin Tuhan sengaja ingin kita bertemu bersama saling menghabiskan waktu. Aku tak bermaksud memenangkan hatimu kembali. Akh sudah cukup rasanya, kini saatnya aku berada di barisan dimensi yang telah lama tak terisi, kosong. Maaf karena telah menjebakmu begitu lama, membiarkanmu terperangkap disini seorang diri, sementara engkau ingin bebas berlari tanpa kusadari. Terimakasih telah mengenalkan ku pada senja, karenamu aku tahu senja itu indah dan meneduhkan sama seperti caramu menatapku tanpa kurindu. Selamat ulang tahun kamu, maaf apabila aku kembali membuka memorymu sejenak mengingatku. Terimakasih dan jangan lupa bahagia

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu