Tuhan Masih Ingin Aku Sendiri

Tuhan Masih Ingin Aku Sendiri

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 22, 2018
Belum Di pertemukan dengan jodoh dunia Gue Renata Autri Mariyono, masalah gue saat ini disaat umur gue memasuki tiga puluh dua tahun, banyak cibiran dari saudara mamah maupun saudara papah, padahal gue enjoy aja menikmati kehidupan gue saat ini, Uang punya karena gue sebagai manajer di salah satu perusahaan bonafit di Jakarta, Keluarga gue hidup harmonis gue ngga kekurangan kasih sayang dari kelurga gue, Gue juga punya teman yang mau temenan tulus sama gue dan mereka ngga pernah menyibir tentang umur gue. Karena gue melihat bukan gue aja yang memiliki masalah yang sama. Di sekitar gue terutama di kantor tempat gue kerja, banyak perempuan-perempuan yang belum nikah, malah umurnya jauh lebh tua dari gue, mereka enjoy aja. Entah karena para lelaki minder dengan kita para perempuan yang memiliki jabatan lebih tinggi dari para kaum adam, atau memang rencana tuhan yang menginginkan kita masih sendiri. Padahal gue tidak menutup diri untuk berteman dengan orang berlatar belakangan apapun
All Rights Reserved
#329
work
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Rasa
  • Di Balik Nama Zella
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Days After We Met
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Smartsheet
  • ...
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]

Di kantor ini aku memulai pekerjaan pertamaku dan hubungan terlarangku. Aku terlibat percintaan dengan teman sekantorku. Memang sih kalau sepintas diliat itu wajar wajar aja. Tapi menjadi ga wajar kalau yang aku cintai seorang pria yang telah beristri. Yupss aku mencintai suami orang. Yang tadinya aku ga ingin mengenal dia lebih dalam, tapi perasaan ini malah semakin dalam mencintainya. Semakin aku ingin menjauh dari dia rasa kehilangan itu semakin menyiksaku. Aku terlanjur terjebak di hubungan ini. Semakin aku berusaha untuk melupakan dia semakin sakit perasaanku dan aku semakin ingin untuk terus bersama dia. Aku sungguh mencintainya. Mencintai dia yang sudah menjadi milik orang lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines