Garysta
  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 20, 2018
Gara Alif Hussein, cowok yang suka buat gara - gara di sekolahnya, cowok garang, cowok yang suka pake topi kemana - mana ini memiliki 2 kembaran yaitu Raga dan Jiwa. masa kecilnya selalu bahagia sampai dia berumur di penghujung 7 tahun, namun kecelakaan naas yang membuat kembarannya - Raga meninggal membuat orang tuanya menjadi keras kepadanya seperti tawanan. Gara yang selalu membangkang membuat orang tuanya mendidiknya keras, sehingga dia selalu berfikir bahwa dia tak di inginkan. Gara pikir karena dia keras semua orang akan takut jika melawannya, namun Veysta cewek yang memakai hijab dan di kenal ramah itu selalu punya nyali selalu menentang Gara. "Buat apa kamu ngelawan mama kamu? Ngerasa paling jago? Sombong kamu Gara. Ingatlah bagaimana terjadinya dirimu, kamu hanya dari segumpal darah. Kamu masih menumpang hidup di dalam rahim ibumu 9 bulan jangan terlalu merasa agung!" - Veysta Fatimah Ammar. Warning : cerita ini tentang bagaimana kejamnya dunia sekarang, Na mohon maaf jika disini banyak kesalahan. Na baru saja belajar. Ambil yang baik dan buang yang buruk Yah.
All Rights Reserved
#407
agama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Muallaq (End)
  • I Missing You (COMPLETED)
  • ELGITA  (TERBIT)
  • If You ✔️
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Only You [Slow Update]
  • ALIF (TERBIT)

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines