We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Garysta
  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 20, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Gara Alif Hussein, cowok yang suka buat gara - gara di sekolahnya, cowok garang, cowok yang suka pake topi kemana - mana ini memiliki 2 kembaran yaitu Raga dan Jiwa. masa kecilnya selalu bahagia sampai dia berumur di penghujung 7 tahun, namun kecelakaan naas yang membuat kembarannya - Raga meninggal membuat orang tuanya menjadi keras kepadanya seperti tawanan. Gara yang selalu membangkang membuat orang tuanya mendidiknya keras, sehingga dia selalu berfikir bahwa dia tak di inginkan. Gara pikir karena dia keras semua orang akan takut jika melawannya, namun Veysta cewek yang memakai hijab dan di kenal ramah itu selalu punya nyali selalu menentang Gara. "Buat apa kamu ngelawan mama kamu? Ngerasa paling jago? Sombong kamu Gara. Ingatlah bagaimana terjadinya dirimu, kamu hanya dari segumpal darah. Kamu masih menumpang hidup di dalam rahim ibumu 9 bulan jangan terlalu merasa agung!" - Veysta Fatimah Ammar. Warning : cerita ini tentang bagaimana kejamnya dunia sekarang, Na mohon maaf jika disini banyak kesalahan. Na baru saja belajar. Ambil yang baik dan buang yang buruk Yah.
All Rights Reserved
#32
berani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Ayat-Ayat Rindu [COMPLETED] ✔
  • MARRIED WITH GUS [END]
  • Muallaq (End)
  • REVAN [SELESAI]
  • A L G A R I S  (Selesai)
  • ALEAGRA [END]
  • ZAHTHAR [END]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines